Zimbabwe Doyan Crypto dan Emas, Ini Buktinya! — Blockchain Media Indonesia


Bank Sentral Zimbabwe (RBZ) mengungkap rencana peluncuran token digital berbasis emas (GBDT) untuk transaksi ritel, yang membuktikan negeri Permata Afrika mulai doyan aset crypto.

Melansir laporan Coinspeaker, Bank Cadangan Zimbabwe (RBZ) memulai Gold-Backed Digital Tokens (GBDT) sebagai respons terhadap depresiasi mata uang negara dan inflasi yang tinggi.

“Bank pertama kali memperkenalkan Gold-Backed Digital Tokens (GBDT) pada bulan Mei,” demikian laporan media finansial, belum lama ini.

Peluncuran token digital berbasis emas bertujuan guna menstabilkan mata uang lokalnya dan memberikan instrumen yang andal untuk transaksi ritel.

Dengan inflasi mencapai 175,8 persen pada bulan Juni, terdapat permintaan investor domestik yang kuat untuk instrumen pasar yang nyaman dan dapat diandalkan.

Penerbitan Token Crypto Sukses di Kalangan Investor Zimbabwe

Gubernur RBZ, John Mangudya, mencatat bahwa penerbitan token ini sangat sukses di kalangan investor.

“Dalam waktu sebulan setelah memperkenalkan GBDT, bank ini menerbitkan token sebanyak 11 kali untuk memenuhi 590 permohonan. Ini memiliki nilai ZW$50,50 miliar dan US$7.794,87,” demikian keterangan dikutip Coinspeaker.

RBZ mulai dengan menerbitkan koin emas fisik yang dengan cepat diborong oleh investor. Selanjutnya, bank ini memperkenalkan GBDT dengan berbagai kemungkinan yang lebih besar.

Setiap GBDT didukung oleh emas fisik yang dipegang di bank. Selain itu, GBDT memungkinkan investor menyimpan nilai tanpa khawatir tentang risiko menyimpan koin emas fisik.

Token ini juga dapat dibagi menjadi unit-unit yang lebih kecil, meningkatkan aksesibilitasnya.

“Adopsi berkelanjutan dari GBDT diharapkan dapat secara berkelanjutan menahan inflasi dan harapan nilai tukar,” pernyataan dari bank tersebut.

RBZ mendapatkan persetujuan dari Kabinet untuk melanjutkan pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) pada Juli 2022.

Menurut survei terbaru, 71 persen responden menginginkan CBDC. Oleh karena itu, GBDT dapat menjadi dasar pengembangan CBDC, menurut RBZ.

“Bank ini berada pada tahap lanjut dalam persiapan untuk meluncurkan GBDT untuk tujuan transaksional dalam Fase II proyek ini,” imbuh pihak RBZ.

Oleh karena itu, bank ini sedang berhubungan dengan pemangku kepentingan kunci seperti Konfederasi Industri Zimbabwe (CZI).

Mereka telah menunjukkan minat dalam menerbitkan kartu yang didenominasikan dalam GBDT.

Gubernur RBZ mengungkap rencana bank untuk meluncurkan kampanye kesadaran nasional untuk mendorong adopsi aset tersebut.

Menurutnya, kampanye ini akan mendidik masyarakat tentang penggunaan dan manfaat GBDT.

RBZ percaya bahwa GBDT akan melengkapi penggunaan dolar AS dalam transaksi domestik setelah diluncurkan secara penuh. [ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.