Tiongkok Kembangkan Infrastruktur Blockchain Shanghai — Blockchain Media Indonesia


Tiongkok telah menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan teknologi, dengan pengembangan infrastruktur blockchain di Shanghai yang dijadwalkan selesai pada tahun 2025.

Hal itu merupakan bagian dari strategi pengembangan digital yang lebih luas di kota tersebut, dengan sebuah rencana implementasi resmi dikeluarkan pada tanggal 31 Juli, dengan jangka waktu dari tahun 2023 hingga 2025.

Infrastruktur Blockchain Shanghai 

Berdasarkan laporan Watcher News, tujuan utama dari rencana ambisius ini adalah untuk mewujudkan tujuan strategis Shanghai dalam mengembangkan lanskap digitalnya lebih jauh.

Salah satu aspek kunci dari rencana ini adalah mempromosikan dan menerapkan teknologi blockchain tidak hanya dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam berbagai layanan publik.

Pengumuman tersebut merupakan contoh lain dari dedikasi Tiongkok yang teguh untuk mendorong inovasi melalui integrasi teknologi blockchain.

Gubernur Shanghai mengungkapkan rencana tersebut dan mengungkapkan potensi dampaknya dalam jangka pendek dan panjang.

Secara khusus, tujuan dari rencana ini adalah untuk membangun infrastruktur blockchain yang tangguh di Shanghai pada tahun 2025.

Pembaruan resmi pemerintah dengan tegas menjabarkan tujuan untuk memperkuat penerapan blockchain dalam ekonomi nyata dan memperluas penggunaannya ke sektor-sektor penting lainnya.

Menggarisbawahi pentingnya teknologi blockchain, pembaruan ini menyoroti perannya sebagai pendorong inovasi independen dalam teknologi inti. Shanghai melihat blockchain sebagai komponen kunci dalam perjalanan perkembangan teknologinya.

Rencana ini tidak hanya tentang menciptakan infrastruktur blockchain dasar, tujuannya adalah untuk memperkenalkan kapabilitas implementasi cepat on-chain dan cross-chain.

Langkah ini menunjukkan tekad kota ini untuk mencapai kemajuan yang signifikan dalam teknologi inti blockchain, yang akan mereka manfaatkan secara aktif.

Semangat Tiongkok dalam transformasi digital terlihat dalam upayanya di berbagai kota. Selain Shanghai, kota-kota seperti Nanjing dan Zhengzhou juga telah merangkul teknologi digital seperti blockchain, membawa gelombang pengembangan metaverse.

Nanjing, misalnya, telah menjadi yang terdepan dalam pengembangan  metaverse, mengeksplorasi potensinya dalam berbagai industri. Demikian pula, Zhengzhou telah aktif mendukung sektor yang berkembang dengan operasi metaverse-nya.

Implikasi dari pengembangan infrastruktur blockchain Tiongkok di Shanghai sangat luas.

Sebagai salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di Tiongkok, adopsi teknologi blockchain oleh Shanghai diharapkan memiliki efek domino pada kota-kota lain di negara ini dan mungkin bahkan secara global.

Sifat terdistribusi dan tak terubah dari blockchain membawa transparansi, keamanan dan efisiensi yang tak tertandingi pada berbagai proses.

Itu kemungkinan akan berdampak positif pada sektor-sektor seperti keuangan, manajemen rantai pasok, kesehatan, dan lainnya.

Dengan komitmen pada inovasi independen, Tiongkok bertujuan memanfaatkan blockchain sebagai dasar pertumbuhan teknologinya dan transformasi digital.

Seiring berjalannya rencana implementasi dari tahun 2023 hingga 2025, dunia akan memperhatikan perkembangan infrastruktur blockchain di Shanghai dengan seksama.

Dedikasi negara ini terhadap teknologi transformasional ini menunjukkan aspirasinya untuk menjadi pemimpin global di era digital. [st]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.