Terkait Crypto, Bank Eropa Kini Wajib Lapor — Blockchain Media Indonesia


Bank Eropa sekarang harus mengungkapkan paparan mereka terhadap mata uang kripto, demikian diumumkan oleh lembaga-lembaga Uni Eropa.

Kewajiban ini akan diperkenalkan dalam suatu kesepakatan untuk melaksanakan standar peraturan global yang disepakati untuk meningkatkan ketahanan lembaga keuangan.

Kesepakatan Dicapai untuk Menyelesaikan Reformasi Uni Eropa atas Aturan Bank Eropa yang Menangani Risiko Kripto

Perwakilan Parlemen Eropa, Dewan, dan Komisi mencapai kesepakatan sementara untuk mengubah peraturan Uni Eropa mengenai persyaratan modal bagi bank-bank.

Perubahan tersebut bertujuan untuk membuat bank-bank Uni Eropa lebih tangguh terhadap goncangan ekonomi dengan menerapkan standar global Basel III sambil mempertimbangkan kekhasan Eropa.

Basel III adalah persetujuan ketiga yang disepakati oleh Uni Eropa dan mitra G20-nya dalam Komite Basel tentang Pengawasan Perbankan.

Ini mewakili kerangka standar internasional untuk kecukupan modal bank, pengujian ketahanan terhadap tekanan ekonomi, dan persyaratan likuiditas yang pertama kali diumumkan pada akhir tahun 2010, tetapi pelaksanaannya telah ditunda berkali-kali hingga tahun 2025.

Para negosiator juga setuju mengenai rezim transisi untuk aset kripto. Untuk mengatasi risiko-risiko khusus yang terkait, bank Eropa akan diwajibkan untuk mengungkapkan paparan mereka terhadap mata uang kripto dan aset digital lainnya.

“Dengan mempertimbangkan pekerjaan yang sedang berlangsung oleh komite Basel, diputuskan bahwa Komisi harus mengajukan proposal legislatif yang relevan untuk melaksanakan standar Basel di masa depan,” disampaikan oleh Parlemen Eropa dalam sebuah siaran pers.

“dan hal ini akan menentukan perlakuan prudensial dari paparan-paparan tersebut selama periode transisi,” lanjutnya.

Selain itu, pada atau sebelum 31 Desember 2028, Komisi Eropa diharapkan untuk menilai secara keseluruhan keadaan sistem perbankan di pasar tunggal Eropa, bekerja sama erat dengan Otoritas Perbankan Eropa (EBA) dan Bank Sentral Eropa (ECB).

Badan eksekutif di Brussels tersebut kemudian akan melaporkan kepada Parlemen Eropa dan Dewan mengenai kesesuaian kerangka regulasi dan pengawasan Uni Eropa bagi perbankan.

Pada Januari 2023, anggota Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen Eropa (ECON) mendukung sebuah undang-undang yang dirancang untuk menguatkan aturan modal bank global.

Hal ini termasuk regulasi ketat yang ditujukan untuk men-cover risiko-risiko terkait kripto bagi lembaga-lembaga perbankan yang menyimpan aset digital. ECON juga harus menyetujui kesepakatan terbaru ini, dikutip dari News.Bitcoin.

Kesepakatan ini datang pada bulan April ketika para pembuat undang-undang Eropa menyetujui undang-undang baru Uni Eropa tentang Pasar Aset Kripto (MiCA) yang memperkenalkan regulasi komprehensif untuk industri kripto di Eropa.

Undang-undang tersebut juga diadopsi oleh Dewan Uni Eropa pada bulan Mei dan akan diterapkan di seluruh Uni Eropa pada 2025. [az]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.