Robert Kiyosaki Sebut Pendiri FTX Penipu Ulung — Blockchain Media Indonesia

Dalam sebuah pengungkapan yang mengejutkan, investor keturunan Jepang-Amerika Robert Kiyosaki, yang dikenal karena bukunya “Rich Dad Poor Dad,” membagikan sebuah posting X yang mengkritik pendiri FTX yang terkenal buruk, Sam Bankman-Fried.

Kiyosaki mengungkap serangkaian tuduhan terhadap Bankman-Fried dan juga mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell dan Menteri Keuangan Janet Yellen, dikutip dari Coinedition.

Robert Kiyosaki: Pendiri FTX Merupakan Penipu Handal

Pada Sabtu (28/10/2023), Kiyosaki menggunakan Twitter untuk memposting komentar kritis yang mengutuk kondisi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat yang saat ini terus merosot.

Ia dengan tegas mengkritik pernyataan terbaru dari Ketua The Fed dan Jerome Powell, mengklaim bahwa mereka telah mengelabui dunia.

Saat merenungkan tindakan Powell dan Yellen, Kiyosaki mengajukan pertanyaan besar,

“Tidak tahukah jika SBF akan mengelabui hakim dan juri seperti yang dilakukan oleh Ketua The Fed dan Menteri Keuangan AS yang sedang mengelabui dunia?” ujarnya.

Selain itu, Robert Kiyosaki mengklaim bahwa pendiri FTX telah mengelabui para investor terkenal, termasuk Kevin O’Leary yang dikenal lewat acara Shark Tank dengan julukan Mr. Wonderful, dan Jim Kramer, pembawa acara Mad Money di CNBC.

Pada hari Kamis (26/10/2023), Menteri Keuangan Amerika Serikat mengomentari bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen dalam kuartal ketiga tahun 2023 adalah angka yang kuat.

Hal ini diyakini akan mencapai puncak yang lebih tinggi di masa depan. Ia menambahkan, “Apa yang kita miliki tampak seperti pendaratan yang lembut,” ujar Janet Yellen, Menteri Keuangan AS.

Walaupun demikian, Robert Kiyosaki memiliki pendapat yang berbeda dan terus memperingatkan akan krisis ekonomi jika pemerintah AS salah dalam membuat kebijakan.

Powell telah berkali-kali memberikan petunjuk bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga.

Kemudian, hal ini diperkuat dengan klaim bahwa kenaikan imbal hasil mengurangi kebutuhan untuk menaikkan suku bunga The Fed. Namun, berbagai laporan yang ada menunjukkan bahwa kenaikan imbal hasil justru menunjukkan tren naiknya suku bunga.

Menurut laporan, sejak Mei 2022, The Fed AS telah menerapkan kenaikan suku bunga, yang mengakibatkan lonjakan dari 0,25-0,50 persen menjadi 5,25-5,50 persen.

Robert Kiyosaki, yang sebelumnya pernah memperingatkan tentang krisis keuangan yang akan datang, lebih lanjut mempertanyakan ketidakkompetenan keuangan dari para pejabat tertinggi dalam perekonomian.

Ia memberikan komentar tajam, memperingatkan otoritas untuk menjauhkan tangan dari uang kami, uang publik. [az]


Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.