Jerome Powell Sebut Stablecoin Sebagai ‘Form of Money’, Apa Maksudnya? — Blockchain Media Indonesia

Ketua bank sentral AS, Jerome Powell, baru-baru ini menyebut stablecoin sebagai ‘form of money‘. Apa maksudnya?

Komentar Jerome Powell tersebut dikutip Watcher Guru, dalam testimoni kebijakan moneter semi-tahunan di Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Komentar tersebut dibuat dalam kesaksian pertama Powell di hadapan Kongres sejak Maret.

Dalam pertemuan itu, Powell turut membahas industri aset digital, mencerminkan pandangan FED tentang stablecoin dan peran mereka dalam prospek ekonomi negara.

“Kami melihat stablecoin sebagai ‘form of money‘,” kata Jerome Powell.

Komentar tersebut sejalan dengan pendapat yang serupa yang diungkapkan oleh Powell pada September 2022 ketika membahas stablecoin.

Dalam diskusi regulasi aset digital, dia menyebut aset tersebut sebagai bentuk uang swasta.

“Bank sentral adalah dan akan selalu menjadi sumber kepercayaan utama di balik uang. Stablecoin pada dasarnya meminjam kepercayaan tersebut dari penerbit yang mendasarinya. Dan dalam banyak kasus, stablecoin ini berdenominasi dolar, sehingga mereka sebenarnya meminjam kepercayaan tersebut,” ujar Powell.

Jerome Powell berpendapat, bahwa lembaga The Fed harus memiliki peran federal yang kuat dalam pengaturan sektor tersebut.

Komentar Powell memperkuat pandangan The Fed, yang secara khusus, mengidentifikasi pandangan lembaga bahwa stablecoin merupakan bentuk uang bagi pengguna.

“Kami percaya bahwa akan tepat memiliki peran federal yang cukup kuat dalam apa yang terjadi dengan stablecoin ke depan, dan meninggalkan kami dengan peran yang lemah dan membiarkan banyak penciptaan uang swasta di tingkat negara bagian akan menjadi sebuah kesalahan,” kata Powell, sebagaimana dikutip The Block, baru-baru ini.

Pengesahan RUU Regulasi Stablecoin di AS Bakal Terhambat

Watcher Guru menilai, komentar Powell berimbas menjadi hambatan dalam pengesahan Rancangan undang-undang untuk menciptakan kerangka regulasi komprehensif bagi stablecoin di Amerika Serikat.

Powell sendiri terdengar skeptis terhadap persetujuan dan pengabaian negara bagi penerbit stablecoin, yang saat ini merupakan bagian dari proposal yang dipimpin oleh Partai Republik dan akan diperdebatkan di tingkat komite.

Anggota Partai Demokrat teratas di Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Maxine Waters, juga terdengar kritis terhadap proposal dari rekan-rekan Republikan yang memungkinkan regulator negara bagian untuk menyetujui penerbitan stablecoin.

Meskipun Partai Republik dapat mendorong RUU tersebut keluar dari komite dan Dewan Perwakilan Rakyat dengan suara partai, RUU tersebut membutuhkan dukungan dari anggota Partai Demokrat untuk menjadi undang-undang.

Partai Demokrat memiliki mayoritas di Senat dan Presiden Joe Biden tidak akan bersedia menandatangani legislasi yang tidak didukung oleh partainya sendiri.

Circle, salah satu perusahaan stablecoin terbesar di AS, mendukung penciptaan kerangka baru untuk penerbit stablecoin.

Perusahaan fintech, terutama penyedia pembayaran, telah lama mengeluhkan kurangnya akses mereka untuk mendaftar satu kali agar dapat beroperasi di seluruh AS, dan sebaliknya harus mendaftar di setiap negara bagian sebagai penyedia layanan keuangan.

RUU tersebut bertujuan untuk memberikan jalur yang lebih sederhana bagi penyedia stablecoin, yang juga akan tunduk pada pengungkapan dan pengawasan regulasi.

Regulator keuangan AS telah meminta Kongres untuk mengeluarkan regulasi baru bagi stablecoin, dengan urgensi yang lebih tinggi setelah kejatuhan Terra/ Luna tahun lalu.

Ketua Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Patrick McHenry, dari Partai Republik, mengatakan ia mengharapkan pemungutan suara mengenai RUU stablecoin, bersama dengan RUU struktur pasar aset digital, pada minggu kedua bulan Juli. [ab]

Mastercard Segera Ujicoba Sistem Uang Elektronik Berbasis Blockchain di Inggris, Dukung Stablecoin — Blockchain Media Indonesia

Mastercard, pemimpin global dalam layanan pembayaran elektronik, membuat kemajuan signifikan dalam sektor kripto.

Perusahaan tersebut meluncurkan proyek percontohan untuk mengeksplorasi solusi inovatif di bidang Web3, menunjukkan minat yang tulus dalam dunia kripto.

Mastercard Akan Ujicoba Sistem Uang Elektronik Berbasis Blockchain

Coindesk melaporkan bahwa, proyek percontohan, yang diberi nama Multi-Token Network (MTN), adalah semacam toko aplikasi industri blockchain yang menawarkan pengembang berbagai solusi untuk menciptakan aplikasi yang dapat berintegrasi dengan dinamika lembaga keuangan.

MTN akan mulai dengan mengeksplorasi deposito bank yang ditokenisasi dan akan tersedia dalam mode beta pada musim panas ini di Inggris.

Kepala Kripto dan Blockchain di Mastercard, Raj Dhamodharan, menyatakan bahwa beberapa bank dan lembaga keuangan diundang untuk berpartisipasi dalam inisiatif MTN.

Proyek tersebut akhirnya akan merangkul mata uang digital bank sentral dan stablecoin yang diatur.

Laman resmi Mastercard melaporkan, MTN dirancang untuk menyediakan serangkaian kemampuan dasar yang dirancang untuk membuat transaksi dalam ekosistem aset digital dan blockchain aman, dapat diskalakan dan interoperabel.

Jaringan ini dibangun di atas empat pilar kepercayaan, bertujuan untuk memenuhi empat kebutuhan industri utama, yaitu kepercayaan pada pihak lawan, kepercayaan pada aset pembayaran digital, kepercayaan pada teknologi dan kepercayaan pada perlindungan konsumen.

Deposito Bank yang Ditokenisasi

Eksperimen pertama dalam Jaringan Multi-Token Mastercard adalah kemungkinan deposito bank yang ditokenisasi.

Itu adalah revolusi nyata di mana deposito bank, yang dijamin oleh semua perlindungan lembaga keuangan, ditokenisasi untuk menjadi bagian dari dunia on-chain.

“Apa yang menggerakkan ekonomi global hari ini adalah uang yang diatur di bank. Jadi kami memulai dengan membuat deposito bank yang ditokenisasi, sehingga unit uang di rekening bank adalah aset digital di blockchain, membawa tingkat pemrograman yang sama dengan yang Anda temukan dengan mata uang digital di ekosistem kripto,” ujar Raj.

Peluncuran MTN Mastercard datang pada saat Inggris membuat kemajuan signifikan dalam regulasi kripto.

Coindesk juga melaporkan, sebuah RUU Inggris yang memberikan regulator kekuatan untuk mengawasi kripto dan stablecoin baru-baru ini disetujui oleh Raja Charles, menandai tahap formal terakhir yang menjadikan rancangan undang-undang itu menjadi undang-undang.

Undang-Undang Layanan Keuangan dan Pasar 2023 mengklasifikasikan kripto sebagai aktivitas keuangan yang diatur.

UU tersebut memungkinkan kontrol atas buku aturan layanan keuangan pribadi, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, memungkinkan regulasi aset kripto untuk mendukung adopsi yang aman di Inggris. [st]

 

Coinbase Tawarkan Imbalan Dolar 4 Persen Lewat Stablecoin USDC — Blockchain Media Indonesia

Bursa kripto terkemuka AS Coinbase, baru-baru ini, mengumumkan imbalan dolar sebesar 4 persen via stablecoin USDC.

Melansir Blockworks, bursa tersebut telah meluncurkan Coinbase Advanced, yakni platform perdagangan mereka yang ditujukan untuk para trader yang lebih mahir.

“Coinbase menawarkan hingga 4 persen imbal hasil pada USDC yang mereka pegang di Coinbase atau pada stablecoin USDC yang digunakan dalam pesanan terbuka,” demikian dikutip media crypto dalam pers.

Coinbase meluncurkan imbal hasil 4 persen pada USDC untuk semua pelanggan Coinbase sejak tanggal 15 Juni, dengan catatan bahwa tingkat ini dapat berubah dan bervariasi.

Blockworks mengutip keterangan artikel FAQ, bahwa Coinbase tidak meminjamkan USDC di akun pelanggan mereka, dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki hak untuk menggunakan dana tersebut.

“USDC Rewards adalah program loyalitas yang didanai dengan dana milik Coinbase. Program ini dirancang untuk memberikan insentif kepada lebih banyak pelanggan kami untuk menggunakan layanan Coinbase untuk menyimpan USDC mereka,” lanjut FAQ tersebut.

Media crypto menambahkan, penawaran imbal hasil 4 persen ini penting karena menyaingi apa yang diberikan oleh bank-bank besar dalam hal APY untuk akun tabungan berbunga tinggi.

Akun tabungan Apple, yang diluncurkan pada bulan April dan terkait dengan kartu kreditnya, menawarkan APY sebesar 4,15 persen.

Menurut Bankrate, yang melacak dan memberi peringkat produk keuangan, ada beberapa akun tabungan yang melebihi 4 persen dari Coinbase. Capital One memiliki akun mirip seperti Apple, menawarkan APY 4,15 persen.

Sebelumnya, bursa kripto tersebut menjalankan Coinbase Lend, sebuah program yang menghadapi hambatan regulasi.

“Namun, program itu akhirnya ditinggalkan karena ancaman tindakan hukum oleh SEC, awalnya berencana menawarkan para trader APY 4 persen pada USDC sebagai imbalan,” tulis Blockworks.

Lend, tidak seperti apa yang ditawarkan oleh Coinbase sekarang, akan meminjamkan USDC di akun pelanggan kepada peminjam yang terverifikasi.

Jika pengguna memilih untuk berpartisipasi dalam program tersebut, ada potensi risiko bahwa dana mereka tidak lagi dipegang di bawah pengawasan Coinbase.

“Ini adalah penawaran yang sepenuhnya terpisah dari Lend, karena pemegang USDC di Coinbase menerima imbalan ini hanya dengan memegang USDC di akun Coinbase mereka,” kata Coinbase kepada Blockworks.

Apa Itu Stablecoin USDC?

Stablecoin USDC (USD Coin) adalah sebuah jenis mata uang kripto yang dikeluarkan oleh perusahaan yang disebut Centre Consortium.

USDC didesain untuk memiliki nilai yang stabil sebanding dengan mata uang fiat, khususnya dolar AS.

Stablecoin ini bertujuan untuk memberikan stabilitas harga dalam ekosistem mata uang kripto yang seringkali terkena volatilitas tinggi.

USDC diciptakan dengan menggunakan teknologi blockchain, dengan basis utama pada jaringan Ethereum.

Setiap USDC yang ada di dalam sirkulasi di-backup oleh mata uang fiat, seperti dolar AS, yang disimpan di rekening bank. Artinya, setiap USDC yang ada seharusnya di-backup secara penuh oleh dolar AS yang sesuai di bank.

Stablecoin USDC digunakan sebagai alat pembayaran digital yang dapat ditransfer dengan cepat dan murah di dalam ekosistem mata uang kripto.

USDC sering digunakan sebagai alternatif bagi para pengguna kripto yang ingin menghindari volatilitas tinggi yang biasanya terjadi pada mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum.

Selain itu, USDC juga dapat digunakan sebagai alat untuk menyimpan nilai (store of value) atau untuk berbagai aplikasi keuangan lainnya di dalam ekosistem mata uang kripto. [ab]

Pemerintah Hong Kong Didorong Terbitkan Stablecoin Sendiri — Blockchain Media Indonesia

Usulan kebijakan baru mendorong pemerintah Hong Kong untuk masuk ke pasar stablecoin dengan menerbitkan mata uang digital sendiri yang diikat dengan mata uang lokal.

Stablecoin tersebut, yang dikenal sebagai HKDG, bertujuan untuk bersaing dengan stablecoin yang sudah ada seperti USDT dan USDC.

Para pendukung usulan tersebut berpendapat bahwa stablecoin yang didukung oleh pemerintah akan memberikan banyak manfaat.

Itu termasuk biaya yang lebih rendah, peningkatan sistem pembayaran, dukungan dedolarisasi dan penguatan kemampuan fintech Hong Kong.

Pemerintah Hong Kong dan Stablecoin 

The Block melaporkan bahwa, usulan kebijakan tersebut ditulis oleh tokoh-tokoh berpengaruh seperti Wakil Kanselir Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, Wang Yang, dan angel investor Cai Wensheng.

Mereka menguraikan keunggulan stablecoin yang diikat dengan dolar Hong Kong. Penulis-penulis tersebut juga termasuk Pendiri BlockCity, Lei Zhibin, dan mahasiswa doktor Wen Yizhou.

Keduanya menekankan pentingnya stablecoin dalam menjembatani kesenjangan antara keuangan tradisional dan ekonomi digital.

Meningkatkan Inklusivitas Keuangan dan Efisiensi Transaksi

Usulan tersebut menyoroti manfaat potensial dari stablecoin yang didukung oleh pemerintah dalam meningkatkan inklusivitas keuangan dan meningkatkan efisiensi transaksi.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, HKDG dapat memberikan sistem pembayaran yang lebih efisien dan hemat biaya, membuat layanan keuangan lebih mudah diakses oleh penduduk.

Para penulis juga menyoroti keterbatasan rencana saat ini yang memperbolehkan lembaga swasta untuk menerbitkan stablecoin.

Itu dilakukan dengan membandingkannya dengan stablecoin XSGD Singapura yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$6,6 juta, dibandingkan dengan lebih dari US$110 milyar untuk USDT dan USDC secara bersamaan.

Mengingat cadangan devisa Hong Kong yang substansial sekitar US$430 milyar, stablecoin HKDG yang didukung oleh pemerintah akan menawarkan kredibilitas yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah.

Meskipun mengakui risiko potensial seperti tantangan hukum dan regulasi, risiko teknis dan fluktuasi nilai tukar jangka pendek, usulan tersebut berpendapat bahwa HKDG yang dikeluarkan oleh pemerintah akan memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan stablecoin yang diterbitkan oleh lembaga swasta.

Regulasi pemerintah dan transparansi yang disediakan oleh teknologi blockchain diharapkan dapat mengurangi risiko ini dan menjamin mata uang digital yang lebih stabil dan aman.

Usulan tersebut menyoroti implikasi lebih luas dari HKDG, termasuk potensinya dalam mendukung upaya dedolarisasi dan menantang dominasi dolar AS dalam ekosistem kripto.

Selain itu, HKDG dapat memfasilitasi digitalisasi aset tradisional, mendorong inovasi keuangan, meningkatkan daya saing dan meningkatkan transparansi.

Hal ini sejalan dengan upaya Hong Kong baru-baru ini untuk menjadikan dirinya sebagai pusat industri kripto global, seperti terlihat dari pembentukan tim tugas web3 untuk membangun ekosistem yang berkembang di wilayah tersebut. [st]

G20 Siap Atur Crypto dan Stablecoin — Blockchain Media Indonesia

Forum utama kerja sama ekonomi internasional Group of Twenty (G20) mengeluarkan rekomendasi untuk mengatur aset crypto dan stablecoin.

Dikutip dari The Block, Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) menyampaikan, pihaknya telah menyelesaikan rekomendasi untuk mengatur aktivitas kripto global.

“Badan internasional yang memberi nasihat kepada negara-negara anggota G20 tentang keuangan global mengeluarkan dua set rekomendasi,” tulis The Block dalam laporan, baru-baru ini.

Set pertama memberi nasihat tentang regulasi, pengawasan, dan pengawasan yang tepat terhadap aktivitas dan pasar aset kripto. Set kedua ditujukan khusus untuk pengaturan stablecoin global.

Dewan Stabilitas Keuangan tersebut membuat sembilan rekomendasi untuk mengatur aset dan pasar kripto, menekankan pengumpulan data, pemantauan kerangka pengelolaan penerbit, dan memfasilitasi kerja sama regulasi lintas batas.

“FSB juga mendorong evaluasi risiko rutin terhadap dampak kripto terhadap sistem keuangan dan menuntut pengungkapan informasi yang jelas dan komprehensif oleh penerbit aset kripto dan penyedia layanan tentang operasi, profil risiko, dan penawarannya.”

Penerbitan rekomendasi tersebut selaras dengan pandangan G20 yang pernah menyebutkan bahwa mata uang crypto bukanlah ancaman terhadap sistem keuangan dunia.

Sebaliknya, dalam Rapat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Fukuoka, Jepang, Sabtu, pada 8 Juni 2019 ditegaskan, teknologi yang mendasari mata uang crypto termasuk stablecoin, yakni blockchain sangat bermanfaat bagi perbaikan sistem keuangan secara global.

Dewan di bawah G20 tersebut mengusulkan sejumlah rekomendasi untuk mengatur pengaturan aset crypto global, seperti stablecoin. FSB mendorong otoritas untuk menuntut rencana pemulihan dan resolusi yang kuat dari penerbit.

Rekomendasi juga menekankan perlunya penerbit menyediakan klaim hukum yang kuat bagi pengguna untuk penebusan cepat.

Jika sebuah stablecoin terikat pada satu mata uang fiat, penebusan harus sesuai dengan nilai mata uang tersebut.

Untuk menjaga nilai dan menghindari risiko, otoritas harus memastikan hak penebusan, mekanisme stabilisasi, dan kepatuhan terhadap standar kehati-hatian.

Stablecoin Membuat Perbankan Kembali Aman

Terpisah pengamat crypto, James Glasscock menilai stablecoin dapat membuat perbankan aman kembali, meskipun bukannya tanpa risiko.

Stablecoin memainkan peran penting sebagai tempat pelabuhan aman di negara-negara dengan inflasi tinggi serta di dalam ekonomi kripto,” tulis Glasscock dalam artikel opini Forkast News, belum lama ini.

Namun dia melanjutkan, penting untuk diingat bahwa tidak semua stablecoin sama, dan sangat penting bagi regulator dan pengguna untuk memahami perbedaannya.

“Terutama di Amerika Serikat dengan Operasi Chokepoint 2.0 dari pemerintahan Biden yang tampaknya ditujukan untuk mengumpulkan kekuatan semua lembaga pemerintah melawan pertumbuhan crypto.”

Menurutnya, stablecoin memainkan peran penting dalam mempercepat adopsi kripto dan berfungsi sebagai pintu gerbang bagi negara berkembang untuk mengakses peluang keuangan yang selama ini hanya tersedia untuk dunia Barat.

Sebagai katalisator bagi sistem keuangan yang sedang muncul, dalam pandangannya stablecoin menyerupai riak kecil namun berdampak besar dalam transformasi yang lebih besar.

“Beralih dari sistem cadangan fraksional menjadi sistem dukungan aset 1:1 secara keseluruhan adalah cara kita membuat perbankan aman kembali, untuk semua orang,” ujar Glasscock. [ab]

Bitcoin Naik Tipis Gegara Sentimen Stablecoin Paypal — Blockchain Media Indonesia

Nilai Bitcoin mengalami kenaikan setelah raksasa pembayaran multinasional AS, PayPal, meluncurkan stablecoin berdenominasi dolar AS.

Sementara itu, nilai Ether (ETH) masih stagnan, sementara kesepuluh aset kripto teratas selain stablecoin diperdagangkan datar atau mengalami penurunan. Dogecoin menjadi yang terdepan dalam penurunan nilai.

Sementara itu, indeks NFT Forkast 500 mengalami kenaikan, seiring dengan peningkatan volume perdagangan NFT.

Bitcoin Naik Tipis 

Kontrak berjangka saham AS diperdagangkan datar setelah Wall Street ditutup lebih tinggi pada awal pekan ini (7/8/2023), dengan para investor yang menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis.

Data dari CoinMarketCap menunjukkan bahwa nilai Bitcoin meningkat 0,28 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$29.133,55, tetapi tetap turun 0,25  persen selama seminggu. Kripto terkemuka di dunia ini sempat turun tajam hingga mencapai US$28.724,14 pada Selasa pagi.

Laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan aset alternatif Eropa, CoinShares, menyebutkan bahwa produk investasi aset digital mengalami arus keluar senilai US$107 juta pada minggu yang berakhir pada tanggal 4 Agustus.

Itu menandai minggu keempat berturut-turut terjadinya arus keluar, karena aksi ambil untung semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Produk terkait Bitcoin mengalami arus keluar mingguan sebesar US$111 juta, yang merupakan yang terbesar sejak Maret.

Namun, aliran keluar dari posisi jual Bitcoin berhenti untuk pertama kalinya dalam 14 minggu terakhir, menurut laporan CoinShares.

Para penulis laporan tersebut menyatakan bahwa berhentinya aliran keluar dari posisi jual menunjukkan bahwa investor institusional mungkin sedang menyesuaikan strategi investasi Bitcoin mereka.

Nilai Ether mengalami penurunan sebesar 0,13 persen menjadi US$1.824,53, dan mengalami kerugian sebesar 1,72 persen selama tujuh hari terakhir.

Stablecoin Paypal 

Forkast melaporkan bahwa, PayPal telah meningkatkan upayanya di ruang Web3 dengan meluncurkan stablecoin PayPal USD (PYUSD) di awal pekan ini,

Token berbasis Ethereum ini diterbitkan oleh Paxos Trust Company, penerbit stablecoin BUSD milik Binance, dan sepenuhnya didukung oleh deposito dolar AS, surat utang jangka pendek AS dan setara kas.

Proyek stablecoin PayPal sebelumnya dihentikan pada Februari 2023 akibat pengawasan ketat dari regulator AS terhadap stablecoin, termasuk perintah bagi Paxos untuk menghentikan pencetakan BUSD.

“Berita PayPal hari ini adalah bukti dari popularitas yang berkembang dalam DeFi,” ujar Kepala Petugas Hukum di Sumsub, Tony Petrov.

Langkah ini menyoroti peran sentral yang akan dimainkan oleh stablecoin sebagai jembatan antara aset digital dan mata uang fiat.

“Kenaikan cepat ini menandakan transformasi besar dalam ekosistem kripto, dan potensi dampak stablecoin pada lanskap keuangan global merupakan perkembangan yang menarik untuk dipantau dengan seksama,” tambahnya.

Aset kripto lainnya dari sepuluh besar, kecuali stablecoin, semuanya diperdagangkan lebih rendah, dengan Dogecoin menjadi yang terdepan dalam penurunan nilai.

Nilai token meme ini turun 1,65 persen menjadi US$0,07325 dan mengalami kerugian sebesar 5,86 persen selama seminggu.

Bulan Juli menyaksikan penurunan aktivitas perdagangan kripto, dengan volume Bitcoin menurun 13,1 persen, Ether turun 21,9 persen dan volume stablecoin turun 12,3 persen.

Analis Riset dari perusahaan investasi aset digital dan fintech berbasis Kanada, Fineqia International, Greco mengatakan bahwa data tersebut menekankan momen rendah aktivitas di pasar, yang mengikuti tren naik kuat pada paruh pertama tahun 2023.

“Musim panas secara umum selalu menjadi salah satu periode dengan tingkat aktivitas perdagangan terendah, dan data 2023 sepenuhnya sesuai dengan metrik historis mengenai hal tersebut. Pandangan keseluruhan untuk tahun 2023 tetap sangat positif karena berita dari investor institusional dan penyedia layanan dalam beberapa minggu terakhir masih menunjukkan minat yang kuat terhadap pasar,” ujar Greco.

Bagi Greco, tanda-tanda minat tersebut termasuk berbagai aplikasi di AS untuk dana ETF Bitcoin dan Ether.

Dia juga menunjuk ke Hong Kong, di mana regulator telah memberikan izin kepada bursa kripto HashKey Exchange dan OKX untuk menyediakan layanan perdagangan kripto kepada investor ritel. [st]

 


PayPal Luncurkan Stablecoin Berbasis Dolar, Upaya Perkuat Posisi di Pasar Aset Digital — Blockchain Media Indonesia

Raksasa pembayaran global PayPal telah meluncurkan stablecoin yang diikat pada nilai dolar, sebagai upaya untuk memperkuat posisinya di pasar aset digital.

Langkah ini tidak hanya menunjukkan keyakinan PayPal dalam ruang mata uang digital, tetapi juga mendorong industri kripto yang tengah berjuang mendapatkan sorotan.

Melansir dari laporan Reuters, pengumuman PayPal meningkatkan saham mereka sebesar 2,66 persen pada Senin.

Dalam catatan kantor berita tersebut, PayPal menjadi perusahaan teknologi keuangan besar pertama yang merangkul mata uang digital untuk pembayaran dan transfer.

“Impak dari PayPal tidak sebesar Facebook, tetapi ini adalah nama yang sangat terkenal yang pasti akan menarik perhatian di Capitol Hill, serta dari Federal Reserve dan Securities and Exchange Commission,” kata direktur manajemen Capital Alpha Partners, Ian Katz sebagaimana dikutip Reuters baru-baru ini.

Dalam pernyataan baru-baru ini, Legislator dari Partai Republik Patrick McHenry mengatakan bahwa pengumuman PayPal menunjukkan bahwa stablecoin menjanjikan sebagai salah satu pilar sistem pembayaran abad ke-21.

“Kita saat ini berada pada persimpangan jalan untuk menjaga Amerika tetap di garis depan inovasi aset digital. Kongres sedang membuat kemajuan signifikan dan lintas partai dalam legislasi untuk memastikan AS memimpin sistem keuangan di masa depan,” katanya.

Stablecoin PayPal, yang diberi nama PayPal USD, dijamin oleh deposito dolar AS dan Surat Utang AS jangka pendek, dan akan diterbitkan oleh Paxos Trust Co.

Token ini secara bertahap akan tersedia untuk pelanggan PayPal di Amerika Serikat.

Dilansir dari Washington Post, PayPal menyampaikan bahwa stablecoin tersebut memungkinkan pengguna untuk membeli bitcoin dan beberapa token kripto lainnya serta melakukan transaksi dengan mereka.

“PYUSD adalah yang pertama dari jenisnya, mewakili fase berikutnya dari dolar AS di blockchain,” tulis Paxos di platform pesan X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

“Ini bukan hanya momen bersejarah bagi Paxos & PayPal, tetapi juga bagi seluruh industri keuangan.”

Meskipun adanya kekhawatiran dari regulator dan pembuat kebijakan, langkah PayPal menunjukkan potensi industri untuk mendorong inovasi dan mengubah ulang layanan keuangan.

Kepada Washington Pos, CEO Paypal, Dan Schulman, dengan singkat menangkap inti pergeseran ini.

“Pergeseran menuju mata uang digital memerlukan instrumen stabil yang tidak hanya lahir secara digital tetapi juga mudah terhubung dengan mata uang kertas seperti dolar AS,” pungkas Schulman. [ab]

Politisi Demokrat Khawatirkan Stablecoin PayPal — Blockchain Media Indonesia

Politisi dari Kongres Demokrat, Maxine Waters telah mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas masuknya PayPal ke pasar stablecoin yang terkait dengan dolar AS.

Menurut Waters, PayPal seharusnya menunggu persetujuan regulasi federal sebelum meluncurkan stablecoin miliknya, PYUSD.

“Saya sangat prihatin bahwa PayPal telah memilih untuk meluncurkan stablecoin mereka sendiri sementara belum ada kerangka kerja Federal untuk regulasi,” katanya dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip Decrypt baru-baru ini.

“Mengingat ukuran dan jangkauan PayPal, pengawasan Federal dan penegakan operasi stablecoin milik perusahaan tersebut sangat penting.”

Seperti diberitakan, raksasa pembayaran Paypal mengumumkan stablecoin PYUSD pada hari Senin, yang diterbitkan di Ethereum oleh Paxos dan diharapkan dapat bersaing dengan stablecoin incumbents seperti Tether (USDT) dan Circle (USDC) dalam pasar senilai US$125 miliar.

Stablecoin adalah token yang diikatkan pada harga mata uang kedaulatan seperti dolar dan seringkali didukung oleh aset seperti Surat Utang AS.

Stablecoin-stablecoin tersebut, yang diikatkan pada dolar AS, memainkan peran penting dalam ekosistem cryptocurrency dengan menyediakan jembatan antara keuangan tradisional dan aset digital.

Sebelumnya, Ketua The Fed, Jerome Powell telah mengatakan pemerintah federal harus memainkan peran kuat dalam mengatur stablecoin. Di mana, Paxos sebagian besar diatur oleh Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York.

Kendati demikian, Waters mengatakan pada bulan April bahwa dia sedikit terkejut mengetahui bahwa New York memiliki kerangka kerja untuk mengatur stablecoin.

Pada hari Rabu, dia menegaskan perlunya lembaga federal mengawasi penerbit stablecoin.

Dia menunjukkan bahwa peran The Fed dalam menjaga stabilitas moneter dapat terganggu tanpa regulasi yang tepat.

Pandangan Waters juga sejalan dengan perkembangan terbaru di Komite Layanan Keuangan Dewan, di mana undang-undang tentang stablecoin telah diusulkan.

Ketua Patrick McHenry, seorang anggota Partai Republik, mengakui urgensi untuk mengesahkan regulasi aset digital yang komprehensif, terutama untuk stablecoin.

Namun, Waters menyatakan kekhawatiran tentang undang-undang yang didukung oleh Partai Republik, yang bertujuan untuk memungkinkan stablecoin diterbitkan di bawah regulasi negara bagian.

Dia melihat pendekatan ini sebagai berisiko dan bermasalah, karena dapat menghambat kemampuan Federal Reserve dalam mengelola tingkat inflasi dan lapangan kerja dengan efektif.

Para pembuat undang-undang awalnya diaktifkan tahun lalu setelah runtuhnya stablecoin algoritma Terra senilai US$40 miliar. Namun sejak itu, kemajuan berjalan lambat.

Stablecoin mewakili penerbitan bentuk baru uang, sehingga sangat penting ada landasan federal,” katanya.

“Sebagai bank sentral kita, The Fed menangani kebijakan moneter dan pasokan uang kita, dan mereka harus dapat melakukan tugas mereka.”

Komentar Waters mengikuti pos blog dari The Fed pada hari Selasa yang menjanjikan bank-bank Amerika akan menerima panduan dalam hal penerbitan stablecoin, termasuk catatan catatan, aturan kenal-pelanggan (KYC), dan potensi ketidakbalikan transaksi.

Komite Layanan Keuangan Dewan yang dipimpin oleh Partai Republik baru-baru ini mengesahkan undang-undang tentang stablecoin.

Ketua Patrick McHenry mengatakan langkah PayPal menunjukkan bahwa sudah saatnya bagi para pembuat undang-undang untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

“Lebih penting dari sebelumnya bahwa Kongres mengesahkan undang-undang untuk memberikan regulasi aset digital komprehensif, terutama untuk stablecoin. Kita saat ini berada pada persimpangan jalan,” katanya dalam pernyataan tertulis.

Pada bulan April, Waters mengkritik perubahan yang dilakukan oleh Partai Republik terhadap undang-undang tersebut, dengan menyatakan bahwa para pembuat undang-undang pada dasarnya harus memulai dari awal.

Pandangan saat ini tetap teguh, dia mendesak upaya kolaboratif untuk merancang undang-undang yang layak dan memastikan perlindungan bagi konsumen dan sistem keuangan. [ab]

Bagaimana Stablecoin PayPal Mengubah Wacana Crypto Global? — Blockchain Media Indonesia

Raksasa pembayaran global PayPal telah mengambil langkah berani dengan peluncuran stablecoin miliknya (PYUSD), yang dapat mengubah wacana crypto global. Bagaimana?

Profesor Universitas New York dan pendukung blockchain, Sean Stein Smith menilai meskipun terdapat risiko terkait dengan memperkenalkan koin baru di tengah ketidakpastian tentang audit dan pelaporan stablecoin, peluncuran aset digital PayPal ini menggarisbawahi komitmen terhadap lanskap kripto yang berkembang dengan cepat.

Sebagaimana diketahui, pada 7 Agustus, Paypal ini mengumumkan masuknya ke ranah cypto dengan peluncuran stablecoin asli mereka sendiri, PYUSD.

“Pada permukaannya, ini mungkin terlihat sebagai langkah yang tidak lazim untuk perusahaan yang bisnis intinya adalah memproses transaksi fiat, tetapi itu mengabaikan kenyataan bahwa PayPal telah lama terlibat dalam sektor crypto,” terang Smith dalam satu artikel di media finansial Forbes, baru-baru ini.

Menurut Smith, masa depan pembayaran crypto utama akan didorong oleh instrumen aset digital. Dia merujuk total kapitalisasi transaksi stablecoin mencapai US$130 miliar pada tahun 2023 berdasarkan penelitian oleh Codex, dan minat yang semakin meningkat terhadap token berbasis aset oleh lembaga-lembaga dan negara-negara.

“Meskipun demikian, setiap aset crypto unik dan layak untuk dianalisis berdasarkan keunggulannya sendiri. Mari kita lihat PYUSD, dan apa yang seharusnya diingat oleh para investor saat cerita ini berkembang.”

Dalam kajian Smith, kekuatan stablecoin Paypal PYUSD tidak terbatas pada token itu sendiri; dampak berantainya bisa merevolusi lanskap regulasi crypto.

Sebagai pemain berprofil tinggi di dunia pemrosesan pembayaran keuangan, langkah PayPal ke dunia stablecoin mungkin akhirnya mendorong regulator untuk bertindak dalam regulasi.

“Dengan puluhan rancangan undang-undang yang diajukan selama beberapa tahun terakhir, namun tidak ada legislasi yang dihasilkan, dan fokus pada stablecoin, peristiwa ini mungkin akan menyajikan para pembuat kebijakan dengan proyek yang terlalu besar untuk diabaikan,” tulis sang profesor.

Dia melanjutkan, utilitas PYUSD melampaui kasus penggunaan stablecoin konvensional, menawarkan pembayaran antar individu, pembelian dengan token saat checkout di PayPal, dan transfer antar dompet.

Selain itu, PYUSD mencolok sebagai stablecoin yang sepenuhnya dijamin dan dapat ditukar dengan nilai 1:1 dengan dolar Amerika Serikat. Desain ini mencerminkan peran prominent PayPal dalam pembayaran digital dan sifat produk yang kuat.

Selai itu, Smith juga menyorot dominasi Ethereum yang berlanjut dalam lanskap produk kripto, pasca peluncuran PYUSD. Meskipun Bitcoin tetap kuat dalam hal kapitalisasi pasar dan kesadaran, perlahan hadirnya dunia stablecoin yang membosankan menantang supremasinya.

Transparansi muncul sebagai tema kunci dalam pengenalan PYUSD. Di era yang ditandai dengan kegagalan stablecoin dan keprihatinan regulasi, perlunya keterbukaan tidak dapat dianggap sepele.

Menurut Smith, PayPal dan Paxos berkomitmen untuk menerbitkan pernyataan sertifikasi cadangan, dengan tujuan membangkitkan keyakinan regulator dan investor bahwa token ini didukung oleh aset yang aman yang ditinjau oleh pihak-pihak yang sesuai.

Dia menjelaskan, setiap aset kripto yang dikendalikan dan dikelola secara sentral akan menimbulkan kecurigaan dari para investor, regulator, dan pengguna. Terutama setelah serangkaian kegagalan yang terkait dengan penerbitan stablecoin dan pertukaran pada tahun 2021, 2022, dan 2023.

“Pantas dicatat bahwa bahkan dalam informasi peluncuran awal yang membahas keuntungan dan potensi produk ini, manajemen PayPal menganggapnya perlu untuk menekankan fokus pada transparansi,” katanya. [ab]

Singapura Umumkan Syarat Penerbitan Stablecoin — Blockchain Media Indonesia

Otoritas Moneter Singapura (MAS), telah memperkenalkan regulasi baru syarat penerbitan stablecoin, untuk meningkatkan stabilitas aset crypto tersebut di dalam negeri Singa.

Melansir dari Decrypt, regulasi yang diumumkan hari ini akan berlaku untuk stablecoin berdenominasi mata uang tunggal (SCS) yang terikat pada Dolar Singapura atau mata uang G10 lainnya dan diterbitkan di dalam Singapura.

“Kerangka kerja ini, yang telah dikembangkan sejak Oktober 2022, sedang terus dikembangkan, dirancang dengan masukan dari konsultasi publik,” demikian dikutip media crypto, dalam pers belum lama ini.

Persyaratan utama bagi penerbit stablecoin mencakup pemeliharaan aset cadangan yang memadai untuk menjamin stabilitas, dasar modal minimum, dan persyaratan aset likuid untuk mengurangi risiko insolvensi.

Selain itu, regulator mengharuskan penerbit mampu dengan segera mengembalikan nilai stablecoin kepada pemegangnya dalam waktu lima hari kerja setelah permintaan penebusan, serta mematuhi persyaratan pengungkapan dan hasil audit aset cadangan.

“Kerangka regulasi stablecoin MAS bertujuan untuk memfasilitasi penggunaan stablecoin sebagai medium pertukaran digital yang kredibel, dan sebagai jembatan antara ekosistem mata uang fiat dan aset digital,” kata Wakil Direktur Pelaksana (Pengawasan Keuangan) di MAS, Ho Hern Shin  dalam sebuah pernyataan.

Shin juga mendorong penerbit SCS yang ingin melihat stablecoin mereka diakui sebagai yang diatur oleh MAS untuk melakukan persiapan awal untuk mematuhi persyaratan.

Secara paralel, Bank Sentral Singapura telah merilis kerangka regulasi yang komprehensif yang mengatur penerbitan stablecoin, dengan fokus pada kejelasan dan stabilitas.

Kerangka ini berlaku khusus untuk SCS yang terikat pada Dolar Singapura atau mata uang G10 dan menetapkan aturan bagi penerbit non-bank dengan jumlah SCS yang beredar melebihi US$3,7 juta.

Persyaratan meliputi penyimpanan aset cadangan dalam mata uang yang menjadi peg stablecoin dan melakukan audit secara berkala untuk transparansi.

MAS memandang stablecoin memiliki potensi untuk menjadi medium pertukaran digital yang andal, asalkan mereka mematuhi langkah-langkah regulasi yang kuat.

Pandangan ini sejalan dengan keyakinan Anggota DPR AS, Patrick McHenry, bahwa regulasi yang jelas dapat menjadikan stablecoin sebagai pijakan dalam sistem pembayaran modern.

Komite Layanan Keuangan DPR AS juga aktif mendorong adopsi stablecoin melalui Rancangan Undang-Undang Stablecoin, yang menguraikan panduan pendaftaran dan penerbitan. [ab]

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.