Solana Diapresiasi Asia, Cardano dan Tradecurve Juga Serupa — Blockchain Media Indonesia

Adopsi kripto sedang berkembang pesat di seluruh dunia, karena berbagai negara dan wilayah negara mengakui potensi aset digital seperti BTC, ETH, Cardano, Solana dan lainnya.

Dalam perkembangan yang terbaru, blockchain Solana dan Cardano mendapatkan perhatian di Asia, terutama di Indonesia, di mana keduanya telah terdaftar sebagai aset digital yang dapat diperdagangkan.

Dukungan yang semakin meningkat ini menandakan prospek yang positif bagi kedua platform tersebut.

Selain itu, Tradecurve, bursa mata uang kripto hybrid yang menarik perhatian selama periode presale-nya dengan prospek harga yang menjanjikan.

Solana (SOL) dan Cardano (ADA) Mendapatkan Perhatian di Asia

Setelah Solana dan Cardano diklasifikasikan sebagai sekuritas oleh SEC Amerika Serikat, masa depan kedua platform ini terlihat tidak pasti, yang mengakibatkan penurunan nilainya.

Namun, ekspansi baru-baru ini di Asia, khususnya di Indonesia, telah memberikan optimisme pada situasi tersebut.

Pemerintah Indonesia yang telah mengakui Solana dan Cardano sebagai barang komoditi, menunjukkan penerimaan dan adopsi yang semakin meningkat terhadap kedua platform blockchain tersebut.

Kecepatan transaksi yang tinggi pada Solana telah menarik perhatian para pengembang dan investor, sedangkan fokus Cardano pada smart contract dan aplikasi terdesentralisasi telah mendapatkan banyak pengikut secara global.

Saat ini, Solana diperdagangkan dengan harga US$15,80 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$6,3 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,90 persen dalam 24 jam terakhir.

Cardano memiliki nilai US$0,2549 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$8,8 miliar yang saat ini sedang mengalami penurunan sebesar 1,44 persen dalam semalam.

Prediksi Harga Tradecurve (TCRV)

Meskipun kinerja Solana dan Cardano penting untuk dicatat, saat ini, hanya sedikit bursa yang memungkinkan perdagangan mata uang kripto dan aset yang diperdagangkan lainnya pada satu akun.

Selain itu, jika mereka memperbolehkannya, mereka sering mengenakan biaya komisi yang tinggi yang mengurangi keuntungan para trader.

Tradecurve bertujuan untuk mengubah situasi ini dengan menawarkan platform di mana pengguna, tanpa memandang lokasi mereka, dapat melakukan perdagangan derivatif dalam satu akun.

Tradecurve menggunakan manajemen portofolio mandiri sehingga pembelian aset digital seperti cardano, solana, BTC dan lainnya mudah diawasi. Kemudian, Tradecurve memiliki latensi rendah, eksekusi order yang cepat, dan biaya perdagangan yang rendah.

Salah satu keunggulannya adalah privasi, karena Tradecurve tidak menerapkan pemeriksaan KYC saat pendaftaran, yang menarik jutaan individu yang peduli akan privasi dan menghargai perlindungan data pribadi mereka.

Hal ini membedakan Tradecurve dari platform perdagangan terkenal lainnya yang mengumpulkan dan menyimpan data pengguna, sehingga rentan terhadap pelanggaran data.

Dengan menghilangkan kebutuhan akan pemeriksaan KYC, Tradecurve meningkatkan privasi pengguna dan mengurangi potensi dampak pelanggaran data.

Tradecurve juga menawarkan berbagai fitur yang dirancang untuk keuntungan trader berpengalaman maupun pemula.

Platform ini menyediakan leverage tinggi mulai dari 500:1, akademi perdagangan metaverse di mana pengguna dapat terhubung dengan pihak profesional perdagangan, serta kemampuan untuk menghubungkan dompet kripto, melakukan deposit, dan berdagang tanpa perlu menggunakan mata uang fiat.

Selain itu, Tradecurve memiliki fitur copy trading yang memungkinkan trader pemula mengikuti dan meniru strategi perdagangan dari trader berpengalaman dan membeli aset digital yang berpeluang menguntungkan seperti Solana, Cardano dan lainnya.

Jadi, para trader pemula dapat menghasilkan keuntungan tanpa pengetahuan pasar yang mendalam.

Di pusat platform Tradecurve terdapat token aslinya, TCRV, yang saat ini berada di presale tahap ke-4.

Setiap token TCRV dijual dengan harga hanya US$0,018, dan setiap pembelian mendapatkan bonus deposit sebesar 25 persen.

Pemegang token akan menerima imbal hasil staking, hak suara pengambilan keputusan, dan akses ke status VIP sebagai insentif tambahan untuk pembelian token TCRV. Tidak hanya itu pengguna bisa membeli aset digital seperti Solana, Cardano dan lainnya. [az]

42 Persen Holder DOGE Raih Cuan, Nasib Holder SHIB dan PEPE Serupa? — Blockchain Media Indonesia

Dalam laporan terbaru dari platform analisis data blockchain IntoTheBlock, terungkap bahwa 42 persen holder Dogecoin (DOGE) saat ini sedang di posisi cuan.

Temuan ini menjadi berita penting dalam dunia memecoin, terutama jika dibandingkan dengan memecoin popular lainnya.

42 Persen Holder DOGE Raih Cuan 

Laporan tersebut, yang secara teliti mengevaluasi enam memecoin teratas, termasuk Dogecoin (DOGE), Pepe (PEPE), Doge Killer (LEASH), Dogelon Mars (ELON), Shiba Inu (SHIB) dan Floki (FLOKI), mengungkapkan tren menarik di komunitas DOGE.

Diantara memecoin tersebut, DOGE menjadi yang terdepan dengan persentase pemegang yang sedang mengalami keuntungan tertinggi.

Coin Edition melaporkan bahwa, laporan IntoTheBlock ini menggali berbagai aspek memecoin ini, memberikan gambaran komprehensif tentang sentimen pasar.

Selain menilai persentase pemegang yang sedang mengalami keuntungan, laporan tersebut juga memberikan gambaran tentang konsentrasi kripto ini di dompet whale.

Temuan ini menunjukkan bahwa 44 persen dari total token DOGE berada dalam kendali akun whale. DOGE, yang menduduki peringkat ke-8 dalam hal kapitalisasi pasar kripto, menjadi jaringan memecoin terbesar.

Meskipun DOGE baru-baru ini mengalami kenaikan yang cukup tipis sebesar 0,38 persen dalam periode 24 jam, seiring dengan itu, terjadi penurunan sebesar 15 persen dalam volume perdagangannya.

Di sisi lain, Pepe Coin (PEPE), memecoin popular lainnya, memiliki 21 persen holder-nya yang saat ini menikmati keuntungan, menurut laporan tersebut.

Selain itu, 49 persen dari total token PEPE berada dalam kepemilikan akun whale.

Meskipun PEPE tidak luput dari penurunan pasar kripto yang lebih luas yang mengakibatkan kerugian signifikan, token ini berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen dalam 24 jam terakhir.

Laporan tersebut juga menyoroti token lain di ekosistem Shiba Inu, LEASH, yang saat ini memiliki 19 persen holder yang sedang mengalami keuntungan dan 42 persen dari total tokennya berada dalam kepemilikan whale.

Namun, LEASH baru-baru ini mengalami kerugian yang signifikan, seperti yang terlihat dari data grafik harga yang mencatat penurunan sebesar 77 persen dalam volume perdagangan selama 24 jam terakhir.

Lebih lanjut dalam daftar, laporan tersebut mengidentifikasi Dogelon Mars dan Shiba Inu sebagai memecoin keempat dan kelima berdasarkan persentase pemegang yang sedang mengalami keuntungan.

Dogelon Mars memiliki 14 persen holder yang saat ini mengalami keuntungan, sementara Shiba Inu mengikuti dengan 11 persen. [st]

 


Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.