Harga BTC Mulai Pulih, ETH Setali Tiga Uang? — Blockchain Media Indonesia

Pasar aset kripto menunjukan tanda pemulihan, dengan harga Bitcoin (BTC) yang melonjak mendekati level US$27.000.

Adapun, total kapitalisasi pasar aset kripto yang sebelumnya sempat turun ke level terendah tiga bulan lalu sebesar US$1,02 triliun, telah kembali menguat ke US$1,08 triliun.

Selain itu, Ethereum (ETH) juga kembali menghijau dengan kembali bertengger mendekati level US$1.750.

Harga BTC Mulai Pulih 

Kenaikan juga diikuti sebagian besar altcoin lainnya yang juga ikut menguat seperti Solana (SOL) dan Polygon (MATIC). SOL kembali menguat ke US$16.20 naik 4,42%, MATIC menguat ke US$0,616 naik 3,06% dalam 24 jam terakhir.

“Awal minggu ini terlihat adanya upaya recovery Bitcoin jika dilihat dari sisi harga. Berbagai sentimen positif dapat menjadi katalis, seperti kelanjutan berita bahwa SEC telah sepakat tidak membekukan aset Binance AS pada akhirnya memberikan titik terang sementara,” ujar Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha.

Menurut Panji, selain kabar tersebut, terdapat beberapa katalis positif yang mendorong upaya pemulihan harga BTC.

Manajer aset terbesar dunia yaitu BlackRock, telah mengajukan Bitcoin sebagai Exchange-Traded Fund (ETF), salah satu instrumen investasi yang menggunakan BTC sebagai nilai aset dasar.

Jika spot Bitcoin ETF ini mendapatkan persetujuan oleh SEC, maka berpotensi menjadi katalis positif bagi BTC karena adanya peluang likuiditas baru yang kemungkinan besar masuk dari institusi yang membeli ETF tersebut.

“Jika disetujui oleh SEC, maka hal ini dapat mendorong berbagai manajer aset besar dunia untuk mengajukan Bitcoin sebagai ETF dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto, khususnya Bitcoin. Hal ini dapat menjadi sentimen positif bagi BTC menjelang halving day pada 2024 mendatang. Bitcoin secara historis mengalami akumulasi yang kuat terhadap setiap menjelang halving day. Hasil serupa dalam 10 bulan ke depan akan mendukung kenaikan di paruh kedua tahun 2023,” ujar Panji.

Sementara itu, Bitcoin dominance mencapai 50 persen untuk pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir. Pengajuan ETF spot Blackrock dan tindakan keras SEC AS terhadap aset kripto mendorong investor menuju BTC.

Sekadar informasi, Bitcoin dominance adalah ukuran persentase dari nilai pasar Bitcoin dalam total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto yang ada.

Berdasarkan data Coinmarketcap yang diakses pada hari Selasa (20/6/2023) pagi pukul 08.00 WIB, Bitcoin dominance (BTC.D) bertengger di 50,05 persen.

“Ini berarti Bitcoin menyumbang setengah dari total kapitalisasi pasar aset kripto US$1,08 triliun dengan kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai US$522 milyar,” tambah Panji.

Katalis positif lainnya adalah dari serangkaian data ekonomi AS seperti Indeks Harga Konsumen (IHK) AS tahunan yang turun menjadi 4 persen di bulan Mei, di bawah ekspektasi 4,1 persen yaitu mencapai level terendah sejak Maret 2021.

Selain itu, FOMC The Fed pada pekan lalu juga mempertahankan suku bunga di 5,00 persen-5,25 persen, menjadi katalis positif bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Dari sisi industri aset kripto dilaporkan perkembangan adopsi kripto di Asia juga berlanjut, BOCI, bank investasi yang dimiliki oleh Bank of China, berhasil menerbitkan tokenisasi sekuritas (efek) di blockchain Ethereum dengan bantuan UBS.

Tokenisasi sekuritas yang diterbitkan adalah nota terstruktur senilai 200 juta CNH, setara  US$28 juta atau Rp414,94 milyar, yang sepenuhnya digital.

Itu menjadikan BOCI sebagai lembaga keuangan tradisional (TradFi) Tiongkok pertama yang menerbitkan tokenisasi sekuritas di Hong Kong.

Dari dalam negeri, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) telah merilis daftar terbaru yang terdiri dari tambahan-tambahan aset kripto, yang saat ini berjumlah 501 aset yang legal dan boleh diperdagangkan di Indonesia.

Daftar tersebut tercantum dalam Peraturan Bappebti (PerBa) Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Daftar terbaru aset kripto yang legal dari Bappebti dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat dalam melakukan perdagangan aset kripto, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan investor Indonesia dalam perdagangan aset kripto.

Analisis Teknikal Bitcoin dan Ethereum Minggu ini

Kemarin pagi (20/6/2023), harga BTC bergerak menguat mendekati level US$27.000. Selanjutnya, BTC berupaya untuk breakout area descending upper trendline.

Jika berhasil breakout, BTC akan menguat ke area MA-100 di US$27.580. Sebaliknya, Jika breakdown area descending upper trendline, maka BTC berpotensi akan melemah ke area dynamic support MA-20 di US$26.400.

Sementara, indikator Stochastic bergerak memasuki zona jenuh beli dan MACD histogram bar dalam momentum bullish.

Secara teknikal, pekan lalu harga ETH berhasil rebound dari MA-200 dan kembali membangun momentum dengan menguat ke level US$1.740. Selanjutnya, ETH berpotensi akan menguji area MA-20 di kisaran US$1.790.

Jika berhasil breakout MA-20, maka ETH akan lanjut menguat ke US$1.845. Sebaliknya, jika gagal ETH akan lanjut melemah menuju dynamic support MA-200 yang berada di kisaran US$1.645.

Indikator Stochastic menguat di bawah area jenuh beli dan MACD histogram dalam momentum bearish yang terbatas. [st]

 

 

Benarkah Tiongkok Mulai Sokong Crypto? — Blockchain Media Indonesia

Hong Kong telah melakukan banyak langkah yang ramah terhadap crypto dalam beberapa bulan terakhir, dan Tiongkok juga sepertinya telah memberi restu. Apakah ini menandakan Tiongkok mulai menyokong crypto?

Sebagaimana diketahui Hong Kong Monetary Authority (HKMA) telah mengendus peluang di balik perseteruan crypto exchange dengan otoritas Amerika Serikat. Di mana regulator Hong Kong meminta lembaga perbankan untuk meladeni crypto exchange berlisensi.

HKMA menggandeng sejumlah bank, termasuk di antaranya: HSBC dan Standard Chartered, untuk menerima crypto exchange sebagai klien.

Bahkan otoritas Hong Kong, Johnny Ng, juga mengundang bursa kripto global untuk mengajukan lisensi di kota seribu kelenteng tersebut.

Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong menyatakan bahwa rezim regulasi baru mereka bertujuan untuk mengakomodasi semua dimensi antarmuka publik dengan aset virtual.

Pintu Masuk Crypto ke Negeri Tirai Bambu Belum Terbuka

Menyaksikan geliat Hong Kong tak dipungkiri menggelitik banyak tokoh terkenal di industri ini yang mengharapkan Tiongkok akan membatalkan larangan crypto.

“Namun, harapan investor terhadap China membatalkan larangannya mungkin akan berakhir dengan kekecewaan,” tulis Watcher Guru dalam laporan terbaru.

Media crypto merujuk penunjukan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) telah menunjuk Pan Gongsheng sebagai pejabat partai komunis senior, sebagai alasan utama.

“Gongsheng telah lama vokal tentang keyakinannya yang anti-crypto. Pejabat tersebut terkenal mengatakan pada tahun 2017 bahwa “Jika Anda duduk di tepi sungai dan menonton, suatu hari mayat Bitcoin akan mengapung di depan Anda.”,” demikian dikutip Watcher Guru.

Menurut media crypto tersebut, Tiongkok tengah berkonsentrasi pada CBDC berbasis blockchain meskipun ada larangan terhadap cryptocurrency

“Berdasarkan pengetahuan saya, tidak ada gubernur PBOC yang akan mendukung Bitcoin,” kata Ekonom China di Bloomberg Economics, David Qu, belum lama ini.

Qu menambahkan, pemerintah Tiongkok justru fokus pada membangun yuan digital, dan pejabat senior di luar bank sentral juga skeptis terhadap Bitcoin.

Baru-baru ini dilaporkan bahwa di wilayah Jinan di Tiongkok, semua rute bus telah mulai menerima pembayaran dengan yuan digital.

“Negara ini telah mencapai kesuksesan yang signifikan dalam area CBDC (Mata Uang Digital Bank Sentral). Program dan pilot CBDC China adalah salah satu yang paling maju di dunia saat ini,” tulis WG.

Menurut laporan dari PwC China dan Standard Chartered, adopsi CBDC yang dapat diprogram oleh Greater Bay Area (GBA) China dapat berfungsi sebagai pedoman bagi CBDC lainnya.

Dalam analisis WG, tujuan Tiongkok untuk mendorong CBDC ke depan adalah alasan lain mengapa negara ini mungkin tidak ingin membatalkan kebijakan larangan cryptocurrency.

“Investor dan pengguna mungkin lebih memilih alternatif yang lebih berorientasi pada privasi daripada yuan digital yang didukung oleh partai komunis,” imbuh media crypto tersebut.

Sebagaimana diberitakan, Tiongkok mengumumkan larangan terhadap cryptocurrency pada tahun 2021, yang mengguncang industri tersebut.

Larangan tersebut diterapkan secara bertahap, dan pada bulan September 2021, semua transaksi cryptocurrency berhenti.

Tingkat hash Bitcoin turun dalam beberapa bulan, dan bursa cryptocurrency Tiongkok meninggalkan negara tersebut. [ab]

Whale Shiba Inu Unjuk Gigi, Tanda Mulai Serok Lagi? — Blockchain Media Indonesia

Data on-chain menunjukkan adanya lonjakan transaksi whale Shiba Inu, yang mengindikasikan minat kembali dari investor-investor berpengaruh pada memecoin ini.

Bitcoinist melaporkan, perusahaan analitik on-chain Santiment melihat bahwa indikator whale transaction count untuk Shiba Inu mengalami peningkatan yang signifikan.

Metrik ini mengukur jumlah total transaksi yang terjadi di blockchain yang melibatkan perpindahan Shiba Inu senilai setidaknya US$1 juta.

Whale Shiba Inu Beraksi 

Ketika jumlah transaksi whale tinggi, hal ini menunjukkan bahwa para whale sedang aktif di pasar, yang mengakibatkan volatilitas yang lebih tinggi bagi Shiba Inu. Sebaliknya, jika nilai jumlah transaksi whale rendah, itu menandakan lingkungan pasar yang lebih stabil.

Lonjakan transaksi whale Shiba Inu yang terjadi baru-baru ini menunjukkan bahwa para whale telah aktif melakukan transaksi yang signifikan di blockchain.

Pada puncak lonjakan ini, 14 whale terpisah melakukan transfer senilai lebih dari US$1 juta masing-masing, jumlah tertinggi sejak awal April. Menariknya, transaksi-transaksi ini dilakukan tepat sebelum akhir pekan ketika harga aset ini mengalami penurunan.

Kemungkinan besar, pemegang besar ini melakukan transfer ini untuk tujuan pembelian, karena mereka mungkin percaya bahwa penurunan tersebut adalah titik ideal untuk mengumpulkan lebih banyak token.

Setelah pergerakan para whale ini, SHIB mengalami kenaikan harga pada akhir pekan, yang kemungkinan mengkonfirmasi bahwa setidaknya beberapa dari transaksi ini memang merupakan tanda aksi serok lagi.

Analisis Teknikal 

Sementara, grafik harga Shiba Inu menunjukkan terjadinya breakout yang signifikan pada tanggal 9 Juni, yang mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama beberapa bulan dan memberikan peluang bagi para trader untuk mengikuti gelombang bullish.

shiba inu

Coingape melaporkan bahwa, meskipun harga kemudian mengalami koreksi setelah breakout, para pembeli harus mempertahankan level support baru yang terbentuk untuk memicu potensi reli lebih lanjut.

Volume perdagangan harian Shiba Inu saat ini mencapai US$116,2 juta, mengalami penurunan sebesar 23 persen.

Harga SHIB kini berada di kisaran US$0,0000075, mengalami penurunan harian 2,7 persen, mendorong pullback untuk menguji ulang garis tren yang ditembus untuk potensi support.

Keberlanjutan support ini akan menjadi krusial dalam menentukan kelanjutan reli pemulihan selanjutnya.

Peluncuran Shibarium dan Prospek Masa Depan 

Meskipun sentimen bearish belakangan ini melanda pasar kripto, Shiba Inu mungkin sedang mempersiapkan pergerakan bullish dengan peluncuran yang akan datang dari jaringan layer-2 Shibarium.

Shytoshi Kusama, pengembang pseudonim dari ekosistem Shiba Inu, mengumumkan bahwa Shibarium akan diluncurkan setelah Blockchain Futurist Conference di Toronto, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 sampai 16 Agustus 2023 mendatang.

Antisipasi terhadap acara ini telah menyebabkan pergeseran minat ke aset digital terkait SHIB seperti Bone ShibaSwap (BONE), Doge Killer (LEASH), WoofWork (WOOF) dan PawZone (PAW), yang semuanya telah mengalami kenaikan harga. [st]

 

BTC dan ETH Mulai Stabil Setelah Melemah Sepekan Lalu — Blockchain Media Indonesia

BTC dan ETH mengalami kenaikan dibandingkan sepekan sebelumnya. Bitcoin sedikit naik pada pagi Senin (21/8/2023) di Asia untuk diperdagangkan sedikit di atas level dukungan US$26.000, setelah turun lebih dari 10 persen selama seminggu.

Ether juga mengalami kenaikan namun tetap berada di bawah US$1.700 setelah mengalami kerugian pada pekan lalu. Cryptocurrency non-stablecoin 10 besar lainnya diperdagangkan dengan hasil yang beragam.

Cryptocurrency non-stablecoin 10 besar lainnya diperdagangkan dengan hasil beragam. XRP memimpin kenaikan tersebut, meskipun Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) bergerak untuk menantang putusan pengadilan Juni yang mendukung Ripple Labs.

Langkah-langkah Kecil ke Atas Bagi Mata Uang Kripto Terutama BTC dan ETH Setelah Melalui Beberapa hari yang Menyakitkan

BTC dan ETH mengalami kenaikan setelah sebelumnya merugi dalam jumlah yang cukup besar.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Bitcoin naik 0,28 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$26.178,36 pada pukul 07:30 pagi di Hong Kong, dengan kerugian mingguan sebesar 10,68 persen.

Mata uang kripto terkemuka di dunia ini mencapai level terendah dalam dua bulan sebesar US$25.409,11 pada hari Jumat (18/8/2023), tetapi tetap berada di atas level dukungan US$26.000 selama akhir pekan, dikutip dari Finance.Yahoo.

Kemungkinan penyebab penurunan token ini adalah karena kembali tenangnya kehebohan Bitcoin exchange-traded fund (ETF) di AS. Itulah pandangan James Butterfill, kepala riset di manajer aset alternatif Eropa CoinShares.

“Lonjakan pada bulan Juni, yang dipicu oleh aplikasi BlackRock untuk persetujuan SEC terhadap Bitcoin ETF, menyebabkan lonjakan harga yang terlihat,” kata Butterfill dalam laporan yang dirilis pada Jumat.

“Namun, pasar sekarang mulai menyadari bahwa persetujuan SEC yang segera untuk Bitcoin ETF di AS tidak mungkin terjadi. Perlu dicatat bahwa harga Bitcoin saat ini telah stabil di sekitar level yang diamati sebelum pengumuman ini,” tambahnya.

Volume dan volatilitas rendah dalam Bitcoin, kenaikan imbal hasil obligasi AS, serta kekhawatiran atas perekonomian China yang sedang lesu, berkontribusi pada penurunan tajam BTC dan ETH selama seminggu, menurut laporan CoinShares.

“Prospek pasar dalam beberapa bulan mendatang menghadirkan campuran peluang dan tantangan. Diperkirakan Federal Reserve AS akan menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga lebih lanjut pada bulan September,” kata Butterfill.

Perubahan kebijakan dovish di Fed bisa memberikan dorongan bagi prospek Bitcoin, tambahnya.

“Di sisi lain, investor dengan penuh antusias menunggu putusan SEC mengenai ETF Grayscale dan aplikasi BlackRock pada September mendatang. Diperkirakan keputusan mengenai kedua aplikasi tersebut mungkin akan ditunda, yang berpotensi mengecewakan investor,” ujar Butterfly.

BTC dan ETH mengalami kenaikan yang baik. Ethereum sendiri naik 0,85 persen menjadi US$1.683,57 tetapi tetap turun 8,50 persen selama tujuh hari terakhir.

SEC AS dapat menyetujui beberapa ETF berdasarkan kontrak berjangka Ethereum pada Oktober 2023, lapor Bloomberg pada Jumat (18/8/2023) mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya.

Perusahaan investasi Volatility Shares, Bitwise, Roundhill, dan ProShares telah mengajukan lisensi ETF Ethereum.

Cryptocurrency 10 besar non-stablecoin lainnya diperdagangkan dengan hasil campuran selama 24 jam terakhir, tetapi semuanya mencatat kerugian selama seminggu.

Cryptocurrency telah mengalami likuidasi total sebesar US$24,91 juta dalam 24 jam terakhir.

Itu merupakan penurunan yang cukup besar dari kerugian harian pekan lalu selama penurunan dramatis di pasar kripto.

Hanya pada hari Jumat (18/8/2023), para trader melikuidasi lebih dari US$1 miliar dalam cryptocurrency, termasuk US$851,94 juta dalam posisi long — posisi di mana investor bertaruh bahwa harga cryptocurrency akan naik.

Pada hari Senin, (21/8/2023) likuidasi posisi long mencapai US$6,89 juta selama 24 jam terakhir, menurut data dari platform informasi kripto CoinGlass.

Layaknya BTC dan ETH, token XRP milik Ripple memimpin kenaikan, naik 3,96 persen menjadi US$0,5408 tetapi merosot 13,76 persen selama seminggu.

Dalam pertempuran hukum yang sedang berlangsung antara Ripple Labs dan SEC, Hakim Analisa Torres pada hari Kamis (17/8/2023) memberi izin kepada SEC untuk mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan sebelumnya yang mendukung Ripple Labs.

Putusan tersebut pada akhir Juni menyatakan bahwa penjualan programatis XRP oleh perusahaan teknologi tersebut tidak melanggar hukum sekuritas.

Dalam cuitan di Twitter pada hari Sabtu (19/8/2023), Kepala Teknologi Ripple, David Schwartz, mengatakan bahwa SEC tidak boleh diizinkan untuk mengajukan banding sampai kasus tersebut selesai.

Dia mengatakan bahwa, bahkan jika banding disetujui, “kasus tersebut harus tetap berlanjut dan banding harus berjalan seiring.”

Ripple akan memiliki waktu hingga 1 September untuk merespons mosi banding SEC.

Total kapitalisasi pasar kripto naik 0,45 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$1,06 triliun, sementara volume perdagangan turun 13,09 persen menjadi US$21,67 miliar.

Tentu kenaikan BTC dan ETH menjadi pemicu sehingga nilai kripto tersebut dan lainnya ikut membaik ke depannya. [az]


Bitcoin dan Toncoin Meroket, Bullish Mulai Mendominasi? — Blockchain Media Indonesia

Dalam perkembangan yang mendebarkan, Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan signifikan pada hari Rabu ini (20/9/2023), dengan nilainya melonjak di atas US$27.200.

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya mencapai lebih dari US$27.400. Sementara itu, kripto lainnya, Ether, tetap stabil di sekitar US$1.640.

Kenaikan harga Bitcoin ini disertai dengan tren lebih luas dari kenaikan di antara 10 besar kripto non-stablecoin selama 24 jam terakhir. Toncoin, khususnya, memimpin lonjakan ini dengan meroket, naik lebih dari 7 persen.

Bitcoin Meroket, Tanda Bullish?

Berdasarkan laporan Forkas News, pemulihan pasar kripto ini sebagian besar disebabkan oleh bank investasi terkemuka Jepang, Nomura, yang mengumumkan rencana untuk hadirkan dana berbasis Bitcoin yang ditujukan kepada investor institusi.

Sebaliknya, prospek masa depan saham di AS tampak lebih tenang, tetap datar menyusul penurunan di Wall Street sehari sebelumnya, menjelang keputusan suku bunga yang sangat dinanti-dinanti dari The Fed.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan yang mencolok sebesar 1,75 persen, mendorong harganya menjadi US$27.214,15.

Selain itu, menurut data dari CoinMarketCap, kripto pertama di dunia ini telah meraup kenaikan sebesar 5,11 persen selama seminggu.

Awal hari ini, Bitcoin mengalami reli yang mengesankan, sejenak mencapai titik harga tertinggi sejak 31 Agustus lalu di US$27.488,76, meskipun kemudian mengalami sedikit pullback.

Salah satu penyumbang terbesar sentimen bullish ini adalah Laser Digital, anak perusahaan aset digital dari Nomura Holdings, yang memperkenalkan Bitcoin Adoption Fund pada hari Selasa (19/9/2023).

Tujuan utama dari dana ini adalah memberikan investor institusi akses yang mulus ke kelas aset digital.

Nomura, kekuatan finansial dengan aset di sekitar US$500 milyar, merupakan bank investasi terbesar di Jepang.

Dana terkait Bitcoin yang baru diumumkan ini mewakili yang pertama dalam serangkaian solusi investasi adopsi digital yang akan diperkenalkan oleh Laser Digital Asset Management ke pasar.

“Teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi global dan sedang mengubah sebagian besar ekonomi dari analog ke digital. Bitcoin adalah salah satu penggerak perubahan transformasional jangka panjang ini, dan paparan jangka panjang terhadap Bitcoin menawarkan solusi bagi investor untuk menangkap tren makro ini,” ujar Kepala Laser Digital Asset Management, Sebastien Guglietta.

Sementara pasar ekuitas dengan penuh harap menantikan keputusan suku bunga The Fed nanti malam, beberapa pengamat pasar mengantisipasi bahwa peristiwa ini akan memiliki dampak terbatas pada pasar kripto.

K33 Research, perusahaan riset blockchain, mencatat bahwa meskipun pasar mungkin mengalami volatilitas selama dan setelah pertemuan tersebut, dampak arah yang berkelanjutan tampak diragukan.

Keraguan ini muncul karena korelasi yang berkurang antara Bitcoin dengan aset-aset tradisional dalam lingkungan ekonomi saat ini, sehingga membuatnya kurang rentan terhadap pengaruh data makroekonomi.

K33 Research juga mencatat penurunan aktivitas perdagangan Bitcoin di bursa kripto terbesar di dunia, Binance.

Volume rata-rata spot Bitcoin selama tujuh hari milik Binance telah anjlok sebesar 57 persen sejak awal September. Penurunan ini seiring dengan tantangan regulasi yang semakin meningkat bagi bursa kripto di AS.

Di antara 10 besar kripto non-stablecoin lainnya, semuanya mencatat keuntungan dalam 24 jam terakhir.

Toncoin tetap menjadi performer yang mencolok, melonjak sebesar 7,24 persen untuk mencapai US$2,58. Token asli dari Jaringan TON telah meraih keuntungan yang mengesankan sebesar 41,07 persen selama seminggu.

Total kapitalisasi pasar kripto mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 1,32 persen dalam 24 jam terakhir, mencapai total sebesar US$1,08 triliun.

Sementara, volume perdagangannya mengalami penurunan sebesar 12,12 persen menjadi US$27,29 milyar dalam periode yang sama. [st]

 

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.