Binance Diminta Hentikan Layanan Crypto di Belgia — Blockchain Media Indonesia

Gelombang tekanan terhadap Binance belum berhenti menerpa, teranyar platform tersebut diperintahkan menghentikan semua layanan crypto di Belgia.

Kantor berita Reuters melaporkan, baru-baru ini, bahwa regulator FSMA Belgia memerintahkan Binance untuk menghentikan penawaran layanan mata uang virtual di negara tersebut, menambah tekanan terhadap bursa crypto terbesar di dunia.

“Binance menawarkan dan menyediakan layanan pertukaran di Belgia antara mata uang virtual dan mata uang legal, serta layanan dompet penitipan, dari negara-negara yang bukan anggota Kawasan Ekonomi Eropa,” kata FSMA, sebagaimana dikutip Reuters.

“Oleh karena itu, FSMA telah memerintahkan Binance untuk segera menghentikan penawaran atau penyediaan semua layanan semacam itu di Belgia,” timpal regulator tersebut.

Meskipun menghadapi tantangan, Binance secara konsisten membela praktik bisnisnya. Perkembangan terbaru ini di Belgia mencerminkan fokus regulasi yang semakin meningkat terhadap bursa kripto dan kepatuhan mereka terhadap undang-undang dan regulasi keuangan.

Binance, yang didirikan oleh Changpeng Zhao di Shanghai pada tahun 2017, telah tumbuh menjadi dominan dalam industri kripto tetapi juga menghadapi pengawasan ketat dari regulator yang ingin memerangi pencucian uang.

Berimbas pada Pangsa Pasar Binance

Sebelumnya, Parlemen Brazil telah memanggil perwakilan Binance berkenaan penyelidikan terkait dugaan skema piramida yang berlangsung di negara tersebut.

Menurut laporan Portal do Bitcoin, Binance di Brazil sedang diselidiki karena menawarkan produk pasar derivatif tanpa otorisasi. Di mana, masalah ini dimulai pada 2020 lalu.

Otoritas di negara Amerika Selatan tersebut menjelaskan bahwa tujuan pemanggilan ini adalah karena perusahaan tersebut sedang menghadapi pengawasan dari regulator di seluruh dunia seperti yang disebutkan di atas.

Berbagai gelombang tekanan ini turut berimbas pada kinerja dan pangsa pasar Binance. Berdasarkan laporan Bitcoin News, Binance AS telah mengalami penurunan yang signifikan dalam pangsa pasarnya menyusul perselisihan hukum dengan SEC.

Menurut Kaiko, Binance AS kini hanya memiliki 1,5 persen dari volume perdagangan mingguan di pasar AS, turun drastis dari 8,2 persen pada awal tahun 2023.

Penurunan tersebut terjadi dalam periode yang sulit bagi Binance AS, yang ditandai dengan penarikan dana oleh pelanggan dan pemutusan dukungan dari mitra pembayaran.[ab]

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.