Bitcoin Beralih ke Asia hingga Investasi Beli BTC — Blockchain Media Indonesia

Artikel terpopular seputaran kripto wahid terlempar dari daftar sepuluh besar, menyusul sorotan perihal Binance hingga dedolarisasi. Yakni, dari Regulasi Kripto Diperketat di AS, Bitcoin Beralih ke Asia hingga Perusahaan Investasi Ini Berniat Beli Bitcoin Secara Besar-besaran.

10 Berita Terpopular Bitcoin Sepekan (10 Juni-16 Juni 2023)

Berikut ini adalah sepuluh artikel terpopular Bitcoin dalam laman Blockchainmedia.id, pilihan pembaca dalam rentang sepekan (10 Juni-16 Juni 2023)

1. Regulasi Kripto Diperketat di AS, Bitcoin Beralih ke Asia

Pakar Keuangan Ajaib Kripto, Panji Yudha memperkirakan, berbagai regulasi dan tindakan regulator AS yang mengancam pasar kripto telah menyebabkan pergeseran Bitcoin ke Asia.

2. Prediksi Harga Bitcoin 2025, Serta Melirik Potensi Pepecoin dan Big Eyes Coin

Memprediksi adalah keterampilan yang sangat penting bagi setiap investor, apalagi bagi investor kripto karena sifat turbulen aset kripto yang terkenal.

3. Dasar Mujur, Bitcoin Miner Ini Raih BTC Setara Rp2,3 milyar

Seorang Bitcoin miner independen mujur telah raih koin BTC dengan menyelesaikan blok senilai US$160.000, setara Rp2,3 milyar. Ini merupakan kali ketiga sejak Januari bahwa seorang penambang independen berhasil mencapai prestasi yang begitu signifikan.

4. Investasi BTC, Perusahaan Ini Merugi Setara Rp8,74 Triliun

Perusahaan Microstrategy yang kini memiliki jumlah bitcoin (BTC) terbesar di antara perusahaan publik lainnya, telah mengalami penurunan nilai dalam portofolionya.

5. BTC Setara Rp252 Triliun Digelapkan Peretas MtGox, Warga Rusia

Departemen Kehakiman AS (DOJ) telah mengajukan dakwaan terhadap dua warga negara Rusia, Alexey Bilyuchenko dan Aleksandr Verner, yang dituduh bersekongkol dalam pencucian sekitar 647.000 Bitcoin.

6. Mengupas Potensi Investasi dari Bitcoin, Cardano dan DogeMiyagi

Pasar kripto telah mengalami pertumbuhan dan volatilitas yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menarik investor yang mencari peluang yang menguntungkan.

7. BTC Bullish Masih Bersemayam, Ini Analisisnya

Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, mengalami pemulihan yang kuat setelah menghadapi tekanan jual hebat, menyimpan potensi bullish.

8. Motif Pembunuhan Milyarder Bitcoin AS Masih Gelap, Tahun 2022 Pernah Diculik Terkait Crypto

Keluarga dari milyarder bitcoin AS, John Forsyth yang tewas di Missouri, mengatakan bahwa motif atas pembunuhannya masih misterius. Sebelumnya, pernah diculik terkait crypto.

9. Mengamati Perkembangan Crypto Popular Bitcoin, Ethereum dan Tradecurve

Pasar crypto telah melihat perkembangan yang signifikan, termasuk penurunan harga crypto popular seperti Ethereum, lonjakan Bitcoin di atas US$27.000 dan tren pertumbuhan investor yang bergerak menuju bursa terdesentralisasi.

10. Perusahaan Investasi Ini Berniat Beli Bitcoin Secara Besar-besaran

Perusahaan investasi tersohor Franklin Templeton telah mengumumkan rencananya untuk melakukan investasi besar-besaran pada Bitcoin dan teknologi mendasar dari kripto, yaitu blockchain. [ab]

Solana Diapresiasi Asia, Cardano dan Tradecurve Juga Serupa — Blockchain Media Indonesia

Adopsi kripto sedang berkembang pesat di seluruh dunia, karena berbagai negara dan wilayah negara mengakui potensi aset digital seperti BTC, ETH, Cardano, Solana dan lainnya.

Dalam perkembangan yang terbaru, blockchain Solana dan Cardano mendapatkan perhatian di Asia, terutama di Indonesia, di mana keduanya telah terdaftar sebagai aset digital yang dapat diperdagangkan.

Dukungan yang semakin meningkat ini menandakan prospek yang positif bagi kedua platform tersebut.

Selain itu, Tradecurve, bursa mata uang kripto hybrid yang menarik perhatian selama periode presale-nya dengan prospek harga yang menjanjikan.

Solana (SOL) dan Cardano (ADA) Mendapatkan Perhatian di Asia

Setelah Solana dan Cardano diklasifikasikan sebagai sekuritas oleh SEC Amerika Serikat, masa depan kedua platform ini terlihat tidak pasti, yang mengakibatkan penurunan nilainya.

Namun, ekspansi baru-baru ini di Asia, khususnya di Indonesia, telah memberikan optimisme pada situasi tersebut.

Pemerintah Indonesia yang telah mengakui Solana dan Cardano sebagai barang komoditi, menunjukkan penerimaan dan adopsi yang semakin meningkat terhadap kedua platform blockchain tersebut.

Kecepatan transaksi yang tinggi pada Solana telah menarik perhatian para pengembang dan investor, sedangkan fokus Cardano pada smart contract dan aplikasi terdesentralisasi telah mendapatkan banyak pengikut secara global.

Saat ini, Solana diperdagangkan dengan harga US$15,80 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$6,3 miliar, mengalami kenaikan sebesar 1,90 persen dalam 24 jam terakhir.

Cardano memiliki nilai US$0,2549 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$8,8 miliar yang saat ini sedang mengalami penurunan sebesar 1,44 persen dalam semalam.

Prediksi Harga Tradecurve (TCRV)

Meskipun kinerja Solana dan Cardano penting untuk dicatat, saat ini, hanya sedikit bursa yang memungkinkan perdagangan mata uang kripto dan aset yang diperdagangkan lainnya pada satu akun.

Selain itu, jika mereka memperbolehkannya, mereka sering mengenakan biaya komisi yang tinggi yang mengurangi keuntungan para trader.

Tradecurve bertujuan untuk mengubah situasi ini dengan menawarkan platform di mana pengguna, tanpa memandang lokasi mereka, dapat melakukan perdagangan derivatif dalam satu akun.

Tradecurve menggunakan manajemen portofolio mandiri sehingga pembelian aset digital seperti cardano, solana, BTC dan lainnya mudah diawasi. Kemudian, Tradecurve memiliki latensi rendah, eksekusi order yang cepat, dan biaya perdagangan yang rendah.

Salah satu keunggulannya adalah privasi, karena Tradecurve tidak menerapkan pemeriksaan KYC saat pendaftaran, yang menarik jutaan individu yang peduli akan privasi dan menghargai perlindungan data pribadi mereka.

Hal ini membedakan Tradecurve dari platform perdagangan terkenal lainnya yang mengumpulkan dan menyimpan data pengguna, sehingga rentan terhadap pelanggaran data.

Dengan menghilangkan kebutuhan akan pemeriksaan KYC, Tradecurve meningkatkan privasi pengguna dan mengurangi potensi dampak pelanggaran data.

Tradecurve juga menawarkan berbagai fitur yang dirancang untuk keuntungan trader berpengalaman maupun pemula.

Platform ini menyediakan leverage tinggi mulai dari 500:1, akademi perdagangan metaverse di mana pengguna dapat terhubung dengan pihak profesional perdagangan, serta kemampuan untuk menghubungkan dompet kripto, melakukan deposit, dan berdagang tanpa perlu menggunakan mata uang fiat.

Selain itu, Tradecurve memiliki fitur copy trading yang memungkinkan trader pemula mengikuti dan meniru strategi perdagangan dari trader berpengalaman dan membeli aset digital yang berpeluang menguntungkan seperti Solana, Cardano dan lainnya.

Jadi, para trader pemula dapat menghasilkan keuntungan tanpa pengetahuan pasar yang mendalam.

Di pusat platform Tradecurve terdapat token aslinya, TCRV, yang saat ini berada di presale tahap ke-4.

Setiap token TCRV dijual dengan harga hanya US$0,018, dan setiap pembelian mendapatkan bonus deposit sebesar 25 persen.

Pemegang token akan menerima imbal hasil staking, hak suara pengambilan keputusan, dan akses ke status VIP sebagai insentif tambahan untuk pembelian token TCRV. Tidak hanya itu pengguna bisa membeli aset digital seperti Solana, Cardano dan lainnya. [az]

Crypto Demand dari Asia Melonjak — Blockchain Media Indonesia

Bos Circle, Jeremy Allaire melihat crypto demand di Asia telah melonjak, dengan Tiongkok menjadi pusatnya.

Dilansir dari kutipan Forbes, menurut Allaire, Hong Kong jelas berusaha untuk menjadikan dirinya sebagai pusat yang sangat signifikan untuk pasar crypto dan stablecoin.

“Dan kami sangat memperhatikan hal tersebut,” kata pimpinan perusahaan penerbit USD Coin dan mengawasi stablecoin USDC senilai US$28 miliar tersebut, kepada Bloomberg.

Allaire melontarkan pendapat tersebut di World Economic Forum di Tianjin, Tiongkok, sembari menyebut Asia sebagai area fokus yang besar bagi Circle.

“Kami melihat demand besar untuk dolar digital di pasar-pasar negara berkembang dan Asia benar-benar menjadi pusatnya,” ujar bos crypto.

Bulan ini, Hong Kong, sebuah wilayah administratif khusus di Tiongkok, memulai rezim lisensi kripto baru yang diharapkan akan membuka kota tersebut untuk perdagangan bitcoin, ethereum, dan kripto.

Langkah ini dilakukan di tengah tindakan keras terhadap pemain kripto di AS yang membuat beberapa perusahaan bitcoin dan crypto terbesar di AS berusaha mencari tempat baru di seluruh dunia.

“Apa yang terjadi di Hong Kong mungkin menjadi indikator bagaimana pasar-pasar ini berkembang di Tiongkok secara keseluruhan,” kata Allaire.

Belum lama ini, sebuah bocoran mengungkap bahwa bank terbesar Hong Kong, HSBC dilaporkan telah memperbolehkan nasabahnya untuk berdagang dengan reksa dana terkini bitcoin dan ethereum yang terdaftar di bursa saham Hong Kong.

“Langkah ini akan meningkatkan paparan pengguna lokal terhadap kripto di Hong Kong,” tulis jurnalis lokal Colin Wu di Twitter bersamaan dengan gambar yang bocor.

Berita HSBC tentang reksa dana bitcoin, ethereum, dan kripto muncul saat Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menghadapi tekanan baru untuk menyetujui reksa dana spot bitcoin di AS setelah ada aplikasi dari manajer aset terbesar di dunia, BlackRock.

SEC sejauh ini menolak semua aplikasi reksa dana spot bitcoin sebelumnya dan masih berseteru dengan banyak perusahaan kripto di negara ini, dengan tuduhan beberapa perusahaan terbesar memperbolehkan perdagangan sekuritas yang tidak terdaftar.

Bitcoin, ethereum, dan cryptocurrency utama lainnya, termasuk BNB, XRP, cardano, dogecoin, polygon, dan solana, kembali menjadi sorotan bulan ini. Yakni, saat IMF mengubah pandangan tiba-tiba terhadap kripto.

Harga bitcoin hampir dua kali lipat tahun ini meskipun ada kekhawatiran tumbuh bahwa tindakan keras terhadap kripto yang dipimpin oleh AS bisa meningkat.

Ethereum dan sepuluh besar koin lainnya BNB, XRP, cardano, dogecoin, polygon, dan solana juga mengalami lonjakan namun sebagian besar tidak mampu mengikuti kecepatan bitcoin, saat investor yang optimis membuat prediksi harga yang tinggi.

“Pasar crypto terbukti sangat tangguh menghadapi pengumuman terbaru SEC, dengan bitcoin mengalami kenaikan 13 persen dalam seminggu terakhir,” kata direktur perusahaan keamanan kripto Coincover, Katharine Wooller  dalam komentar melalui email. [ab]

XRP Akan Diadopsi oleh Bank-bank di Asia Tenggara, Indonesia Termasuk? — Blockchain Media Indonesia

Pasca pengumuman kemenangan Ripple melawan SEC di pengadilan, sentimen positif terus dibangun oleh perusahaan di balik XRP ini di ruang keuangan tradisional.

SBI Remit, penyedia layanan pengiriman uang internasional dan anak perusahaan dari SBI Group, telah mengumumkan ekspansi besar-besaran operasinya di Asia Tenggara.

Strategi perluasan perusahaan ini melibatkan kerjasama penting dengan Ripple, pemain terkenal dalam dunia kripto dan teknologi blockchain. Pengembangan ini diharapkan memiliki dampak mendalam pada masa depan sistem keuangan global.

Diadopsi oleh Bank-bank di Asia Tenggara 

Berdasarkan laporan Zycrypto, SBI Remit telah memiliki kerjasama jangka panjang dengan Ripple dan upaya bersama mereka bertujuan untuk membangun infrastruktur keuangan global yang kokoh.

Pengumuman terbaru ini merincikan rencana SBI Remit untuk menawarkan layanan transfer uang lintas batas ke tiga negara kunci di Asia Tenggara, yakni Filipina, Vietnam dan Indonesia.

Membangun dari kemitraan yang sudah ada, SBI Remit, yang memulai pembayaran melalui Ripple sejak tahun 2017, memperkenalkan layanan transfer uang internasional pada tahun 2021.

Yang membedakan layanan ini adalah penggunaan XRP sebagai mata uang perantara, menghubungkan mata uang legal dengan dompet kripto di Filipina, menjadikan mereka sebagai pelopor di Jepang untuk layanan inovatif ini.

Keputusan untuk memperluas ke Filipina, Vietnam dan Indonesia diambil sebagai hasil dari aktivitas pengiriman uang yang signifikan di negara-negara ini.

Tujuan SBI Remit adalah untuk menyediakan solusi transfer uang internasional yang cepat, hemat biaya dan dapat ditingkatkan, sehingga meningkatkan daya saing Ripple dan SBI dalam industri keuangan global.

Proses operasional SBI Remit melibatkan merespons permintaan transfer uang dari pelanggan secara real-time dengan mengirimkan XRP.

Untuk memastikan akses yang lancar bagi pelanggan untuk menerima pengiriman uang dalam mata uang legal lokal mereka, SBI bekerja sama dengan Tranglo, mitra penting lainnya dari Ripple.

Jepang memiliki sejarah panjang keterlibatan dengan XRP dan Ripple.

Pada April 2023, tiga bank Jepang, yaitu Yamaguchi, Momiji dan Kitakyushu, telah mengadopsi MoneyTap, sebuah aplikasi pemberian pinjaman peer-to-peer yang didukung oleh RippleNet.

MoneyTap, yang berasal dari kerja sama antara Ripple dan SBI Holdings pada tahun 2018, tengah membuat kemajuan signifikan di Jepang.

Adopsi MoneyTap oleh bank-bank dengan ratusan cabang di seluruh negeri menegaskan ekspansi berkelanjutan layanan berbasis kripto di Jepang.

Seiring Meningkatnya Adopsi, Bagaimana dengan Harga XRP?

Langkah terbaru oleh SBI Remit sejalan dengan narasi yang semakin positif mengenai XRP. Seiring dengan meningkatnya penggunaan XRP dan On-Demand Liquidity (ODL), diharapkan bahwa permintaan terhadap XRP akan mengikuti.

Namun, harga XRP saat ini, yang duduk di kisaran US$0,503, mewakili penurunan sebesar 18,3 persen dari bulan sebelumnya.

Perlu dicatat bahwa XRP mengalami lonjakan nilai setelah Hakim Torres mengeluarkan keputusan yang menguntungkan bagi Ripple dalam pertempuran hukumnya dengan SEC pada bulan Juli.

Selama periode ini, harga XRP melonjak dari US$0,47 menjadi US$0,83. Sayangnya, keuntungan tersebut sejak itu menghilang.

Kemunduran ini sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian hukum yang sedang berlangsung seputar proses hukum Ripple vs SEC. Komisi ini mengajukan permohonan untuk banding sela, yang dijawab oleh Ripple.

Penting untuk dicatat bahwa kekhawatiran SEC terutama berkaitan dengan penjualan program dan aktivitas lain yang dilakukan oleh Ripple dan para eksekutifnya, bukan dengan status mendasar dari XRP itu sendiri. [st]

 

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.