Kantor Binance Australia Didatangi Regulator, Masalah Apalagi Ini? — Blockchain Media Indonesia

Bursa kripto Binance menghadapi kembali kendala besar, dengan regulator Australia yang melakukan penggeledahan di kantor-kantor mereka.

Australian Securities and Investments Commission (ASIC) memulai operasi tersebut sebagai bagian dari penyelidikan terhadap bisnis derivatif Binance yang sudah tidak aktif di negara tersebut.

Kantor Binance Digeledah 

Bloomberg melaporkan bahwa, penggeledahan terjadi di tengah gelombang pengetatan regulasi terhadap Binance di berbagai yurisdiksi, yang berdampak pada operasional dan kemitraan mereka secara global.

Semakin meningkatnya tekanan ini menghadirkan tantangan bagi pangsa pasar dan reputasi Binance yang dapat berdampak jangka panjang pada bursa utama ini.

Pemerintah di seluruh dunia semakin intensif dalam mengawasi Binance, sehingga terjadi serangkaian tantangan regulasi. Sebagai tanggapan terhadap perkembangan ini, beberapa mitra perbankan telah memutuskan hubungan kerja sama dengan Binance.

Tindakan ini membatasi kemampuan pengguna untuk melakukan deposit dan penarikan uang fiat dari bursa kripto ini, yang menyulitkan para trader.

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, mengakui dampak negatif dari tekanan eksternal terhadap bisnis perusahaan tersebut dalam sebuah sesi di Twitter Spaces.

“Banyak dari hal-hal itu berada di luar kendali kami, tetapi dalam jangka pendek berdampak negatif pada bisnis kami,” ujar Zhao.

Tantangan regulasi telah berdampak pada dominasi pasar Binance.

Menurut laporan dari CCData, pangsa perdagangan spot kripto global Binance mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut pada bulan Juni, mencapai titik terendah dalam sepuluh bulan yaitu 42 persen.

Pangsa pasar derivatif Binance juga mengalami penurunan. Statistik ini menunjukkan tantangan yang dihadapi Binance dalam mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar aset digital.

Penyelidikan ASIC dan Klasifikasi Derivatif 

Peninjauan yang dilakukan ASIC berfokus pada klasifikasi klien ritel dan grosir Binance Australia. Pada bulan April, Binance mengumumkan penutupan bursa derivatif lokal mereka sementara mempertahankan platform spot.

Binance mendapat kritik karena salah mengklasifikasikan beberapa pengguna Australia sebagai investor ritel, yang mengakibatkan penutupan posisi derivatif mereka.

Pembatalan lisensi derivatif Binance Australia oleh ASIC lebih lanjut menggarisbawahi tekanan regulasi yang mengelilingi operasional perusahaan ini di negara tersebut.

Menanggapi penyelidikan regulasi tersebut, Binance menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan otoritas lokal.

Mereka menekankan komitmennya untuk memenuhi standar regulasi lokal demi melayani pengguna mereka di Australia dengan cara yang sepenuhnya sesuai aturan.

Namun, platform Binance di Australia mengalami kendala lain ketika mitra pembayaran lokal mereka menarik dukungan,membatasi jalur penarikan mata uang lokal yang penting.

“Meskipun kami mencatat perkembangan terbaru ini, saya menekankan bahwa ASIC akan terus memantau operasi Binance, termasuk penghentian bisnis derivatif… Sangatlah penting bahwa pemegang lisensi AFS mengklasifikasikan klien ritel dan grosir sesuai dengan undang-undang,” ujar Ketua ASIC, Joe Longo, dilansir dari Crypto Briefing.

Selain penggeledahan oleh ASIC, Binance juga menghadapi penyelidikan dan tantangan hukum di yurisdiksi lain.

Otoritas Prancis telah mengunjungi Binance sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan penyediaan layanan aset digital ilegal dan tindakan pencucian uang.

Binance menyatakan bahwa mereka mematuhi semua hukum di Prancis dan setiap pasar lain di mana mereka beroperasi.

Selain itu, perusahaan pembayaran asal Eropa, Paysafe Ltd., memutuskan untuk memutus fasilitas transfer bank euro dari dan ke Binance per 25 September 2023. [st]

 

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.