SEC Akan Naik Banding Lawan Ripple Labs Lagi? — Blockchain Media Indonesia


Bos Haun Ventures, Katie Haun meyakini Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) tidak bakal mengajukan naik banding terhadap putusan kasus Ripple, dalam waktu dekat.

Eks jaksa federal yang kini menjadi kepala eksekutif dari dana modal ventura yang berfokus pada kripto menilai, saat ini regulator tersebut mendapat manfaat dari ketidakjelasan hukum.

“Peninjauan banding yang segera dapat berisiko merugikan seluruh agenda penegakan hukum SEC jika akhirnya kalah,” kata Haun seperti dikutip Cointelegraph, baru-baru ini.

Seperti diketahui, pada 13 Juli, Hakim Analisa Torres memberikan putusan bersifat sebagian tentang permohonan peninjauan ringkasan yang menguntungkan bagi Ripple Labs mengenai status XRP sebagai sekuritas.

Beberapa komentator memperingatkan bahwa kemungkinan adanya naik banding dari SEC.

Namun sebaliknya, Katie Haun menilai bahwa regulator sekuritas kemungkinan akan tetap diam karena mendapat manfaat dari kebingungan saat ini.

Di samping itu, kekalahan dalam peninjauan naik banding dapat membahayakan tindakan penegakan hukum masa depannya.

“Segala sesuatu mungkin terjadi, tetapi peninjauan banding yang segera tampaknya tidak mungkin terjadi karena lembaga tersebut harus meminta pengadilan untuk memisahkan keputusan ini dari bagian yang akan dibawa ke persidangan dan karena saya ragu SEC benar-benar menginginkan kejelasan hukum,” kata Haun.

Haun hanya seorang komentator terbaru yang menyampaikan pandangan atas kasus Ripple versus SEC ini.

Pada 15 Juli, CEO Ripple Labs, Brad Garlinghouse, juga percaya bahwa mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum SEC mengajukan naik banding.

Garlinghouse menambahkan, bahwa banding oleh SEC hanya akan memperkuat keputusan Hakim Torres bahwa XRP bukanlah sekuritas.

Dalam sebuah video yang diposting di YouTube pada hari yang sama, pengacara AS dan komentator Ripple, Jeremy Hogan, mengatakan bahwa dia percaya SEC akan mengajukan banding setelah persidangan antara SEC dan Ripple berakhir, yang dijadwalkan pada awal tahun 2024.

Saat ini, SEC sedang menggugat bursa kripto Binance dan Coinbase atas dugaan pelanggaran hukum sekuritas.

Beberapa orang percaya bahwa putusan kasus Ripple baru-baru ini, meskipun bukan preseden mengikat, dapat berdampak pada hasil dari kasus-kasus tersebut.

Sementara itu, banyak komentator dan legislator kripto telah mendesak Kongres untuk mengambil tindakan dan memberikan kejelasan hukum bagi kripto mengingat putusan baru-baru ini.

Mantan komisioner Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Brian Quintenz yang kini menjadi kepala kebijakan untuk dana modal ventura a16z crypto, menyatakan bahwa putusan pengadilan Ripple baru-baru ini hanya menyebabkan lebih banyak ketidakpastian bagi para pengusaha dan pembangun.

Senator AS Cynthia Lummis mengatakan bahwa putusan tersebut menegaskan kebutuhan mendesak untuk Kongres menetapkan kerangka regulasi yang jelas dan komprehensif untuk industri kripto. [ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.