Proposal Spot Bitcoin ETF BlackRock, Berapa Besar Peluang Direstui? — Blockchain Media Indonesia


Analis senior Bloomberg menilai proposal Spot Bitcoin Exchange Traded Fund (ETF) BlackRock punya peluang untuk direstui Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Seberapa besar?

Dilansir dari Cointelegraph, analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas mengatakan BlackRock punya kemungkinan 50 persen mendapatkan persetujuan untuk Spot Bitcoin ETF.

Balchunas beralasan, Grayscale lebih mungkin untuk memenangkan kasusnya melawan Securities and Exchange Commission (SEC).

Prediksi Balchunas ini muncul setelah pengamatan yang dilakukan oleh Elliott Stein, analis litigasi senior Bloomberg Intelligence, yang sekarang memperkirakan peluang Grayscale untuk memenangkan kasusnya melawan SEC sebesar 70 persen.

Balchunas menjelaskan, bahwa SEC mungkin akan melihat dengan lebih baik pengajuan ETF BlackRock.

“Ini sebagai cara untuk menyelamatkan wajah dengan memperbolehkan ETF dari perusahaan TradFi dewasa yang terpercaya daripada Grayscale,” terang analis tersebut.

Sejak Grayscale mengajukan banding atas keputusan SEC untuk menolak aplikasinya pada Juni 2022, kedua belah pihak terlibat dalam pertukaran dokumen hukum serta kesaksian lisan yang didengar oleh tiga hakim federal pada tanggal 7 Maret.

“Grayscale memiliki peluang 70 persen untuk memenangkan gugatannya terhadap SEC atas upayanya untuk mengubah Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) menjadi Bitcoin ETF, menurut kami,” terang Stein.

“Peluang Grayscale meningkat dari 40 persen setelah argumen lisan antara kedua belah pihak selesai karena ketiga hakim dalam panel tersebut nampaknya berpihak pada Grayscale berdasarkan pertanyaan yang mereka ajukan,” kata Stein.

Stein mengatakan Bloomberg memperkirakan keputusan akan diambil pada bulan Agustus.

Aplikasi untuk Bitcoin ETF telah menjadi fokus sentral industri belakangan ini, dengan Fidelity, Invesco, Wisdom Tree, dan Valkyrie mengikuti jejak perusahaan manajemen aset BlackRock senilai US$10 triliun dalam antrian persetujuan SEC.

Jika SEC akhirnya menyetujui aplikasi dari JPMorgan, Morgan Stanley, Goldman Sachs, BNY Mellon, dan Bank of America yang ingin menawarkan layanan serupa, pasar aset digital akan terbuka bagi perusahaan dengan total aset di bawah pengelolaannya sebesar US$27 triliun.

“Sementara menunggu keputusan kasus Grayscale, GBTC telah melonjak lebih dari 134 persen pada tahun 2023 menjadi US$19,47, yang menandai harga tertinggi sejak sekitar 13 Mei 2022,” menurut laporan Google Finance.

Menurut data dari YCharts, diskon harga saham GBTC dibandingkan dengan nilai aset bersih keseluruhan turun menjadi 31 persen pada tanggal 26 Juni, level terendah sejak 12 September tahun lalu.

“Tingkat diskon yang lebih rendah pada trust tersebut berarti sentimen investor terhadap produk tersebut mungkin menjadi lebih positif. Namun, seperti sebagian besar pasar kripto, GBTC turun lebih dari 65 persen dari harga tertingginya sebesar US$56,70,” terang YCharts. [ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.