Pengusaha India Jadi Korban Penipuan Crypto, Kerugian Setara Rp957 Milyar — Blockchain Media Indonesia


Seorang pengusaha di India menjadi korban penipuan crypto dengan jumlah kerugian senilai ₹52 lakh atau setara Rp957 milyar.

Melansir Cryptopolitan, kisah penipuan ini dimulai dengan kontak anonim melalui WhatsApp yang menawarkan pengusaha salon rambut di Bengaluru, Nalagani Gururaju berupa pekerjaan paruh waktu untuk berlangganan saluran YouTube tertentu, dengan bayaran ₹50 per berlangganan.

“Gururaju memasuki dunia crypto saat ditambahkan ke dalam sebuah grup Telegram khusus investasi Bitcoin, yang dihuni oleh para broker mata uang kripto. Dan ada anggota yang diduga menawarkan paket investasi yang menggiurkan dengan janji pengembalian investasi yang besar,” tulis media tersebut.

The Hindu mengutip laporan, seorang admin grup mengirimkan rincian paket-paket berbeda untuk menginvestasikan uang dalam membeli dan menjual Bitcoin (BTC).

Cerita sukses dan tangkapan layar pendapatan substansial yang dibagikan oleh anggota grup, kemudian membuat Gururaju tergiur.

Platform yang digunakan oleh Gururaju dirancang dengan cerdik untuk meniru platform pertukaran mata uang kripto terkemuka, menarik investor yang tidak curiga dengan rasa aman palsu.

“Dia diyakinkan bahwa investasinya menghasilkan keuntungan, karena saldo akunnya yang melonjak menjadi lebih dari ₹65 lakh,” kutip Cryptopolitan.

Sang pengusaha India lalu menggadaikan emas, menarik deposito tetap, menggunakan kredit overdraft bisnis, dan meminjam uang dari teman-temannya untuk membayar para penipu.

Laporan polisi (FIR) telah didaftarkan di Kantor Polisi Kriminal CEN Southeast.

Media tersebut melanjutkan, Gururaju diberitahu untuk membuka akun di sebuah situs web untuk bertransaksi dengan Bitcoin.

“Dia telah mentransfer ₹52 lakh ke berbagai rekening bank agar dapat berdagang dengan Bitcoin.”

Impian Gururaju meraup cuan besar berubah justru berbalik jadi kerugian, tatkala dirinya menyadari tidak bisa menarik pendapatannya.

Ketika Gururaju menghadapi para administrator, mereka mengaku melakukan penipuan tetapi menuntut tambahan ₹3 lakh agar dia bisa bergabung dengan skema sebagai mitra, dengan klaim bahwa mereka beroperasi dari Mumbai.

Meskipun dia berusaha untuk mendapatkan kembali dana yang hilang, bank tidak dapat membantu karena rekening para penipu tersebut berada di bank swasta di Delhi, Andhra Pradesh, dan Odisha.

Dia kemudian mengajukan komplain ke bank tersebut, namun pihak perbankan tidak dapat mengembalikan uang yang ditransfer oleh Gururaju ke rekening-rekening penipu tersebut.

“Gururaju sekarang bangkrut. Dia bahkan tidak memiliki uang untuk membayar gaji staf salonnya,” tulis The Hindu. [ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.