Pasca Skandal Pepe Coin, Tim PEPE Akan Membuat Akun Telegram Baru — Blockchain Media Indonesia


Dalam sebuah pengumuman, admin PEPE mengkonfirmasi kejadian yang tak terduga terjadi pada hari Kamis (24/8/2023), di mana triliunan token PEPE hilang. Secara khusus, admin PEPE mengungkapkan di X bahwa pasca skandal PEPE tersebut membuat sekitar 16 triliun token PEPE, yang setara dengan sekitar US$15 juta, dipindahkan dari Dompet CEX multisig PEPE.

Pasca Skandal PEPE dan Perkembangan Terbaru

Seusai memperoleh token tersebut, token-token ini kemudian ditransfer ke beberapa bursa kripto, termasuk OKX, Binance, Kucoin, dan Bybit.

Transfer ini bersamaan dengan pengurangan jumlah penandatangan yang diperlukan dari 3/4 menjadi 2/8 dompet untuk pengaturan multi-tanda tangan.

Akibatnya, dompet multi-tanda tangan sekarang hanya memiliki 10 triliun token dan pasca skandal PEPE tersebut hanya menyisakan satu penandatangan saja.

Selanjutnya, administrator meyakinkan komunitas PEPE bahwa token yang tersisa beserta akun X yang terkait dengannya aman. Mereka bertujuan untuk memberikan kejelasan dan transparansi tentang situasi ini.

Sementara itu, pasca skandal PEPE kemarin membuat administrator membagikan bahwa PEPE telah menghadapi konflik internal sejak awal berdirinya.

Ini melibatkan beberapa anggota tim yang didorong oleh agenda pribadi dan keserakahan yang berakhir pada skandal PEPE coin yang terjadi kemarin.

Menurut pernyataan tersebut, masalah-masalah ini menyebabkan kurangnya kemajuan dan kerja sama. Hal ini menghambat tindakan seperti sumbangan dan pembakaran token.

Namun, peristiwa penting terjadi ketika tiga mantan anggota tim, yang sebelumnya menjauh, mengambil tindakan tanpa izin.

Tanpa pengetahuan administrator, mereka mengakses dompet multi-tanda tangan dan mencuri 16 triliun token. Token yang dicuri mewakili 60 persen dari total token PEPE tim. Individu-individu tersebut kemudian menjualnya di bursa-bursa, dikutip dari Coinedition.

Usai skandal PEPE terjadi, mantan anggota tim tersebut menjauh dari PEPE dan menghapus keberadaan media sosial mereka. Mereka meninggalkan pesan yang mengkonfirmasi kontrol mereka atas multi-tanda tangan tersebut.

Meskipun demikian, admin meyakinkan bahwa 10 triliun token yang tersisa dan kendali atas akun X berada dalam tangan yang aman.

Juga, PEPE mencatat bahwa komunikasi resmi untuk komunitas sekarang akan datang melalui akun X mereka.

Keputusan ini diambil pasca skandal PEPE dan di tengah pembatasan dalam grup Telegram resmi mereka. Terutama, tim mengatakan bahwa mereka akan membuat grup Telegram resmi baru. [az]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.