Investor Ini Merugi Rp1,77 Milyar dari Token Dummy Shiba Inu, Kok Bisa? — Blockchain Media Indonesia


Dalam dunia perdagangan kripto yang cepat berubah, satu nama yang baru-baru ini mencuri perhatian adalah Calcium, token dummy yang terkait dengan Shiba Inu.

Dalam 24 jam terakhir, token Calcium (CAL) telah melihat kenaikan nilai yang mengagumkan sebesar 200 persen, menarik para trader dan investor ke dalam pergerakannya.

Kenaikan ini, bagaimanapun, tetap berlanjut meskipun peringatan keras yang dikeluarkan oleh tim SHIB mengenai risiko yang terkait.

Token Dummy Shiba Inu 

Token CAL telah menyaksikan kegilaan perdagangan, dengan volume perdagangan yang melonjak menjadi US$10,29 juta di bursa terdesentralisasi otomatis terkemuka Uniswap.

Aktivitas perdagangan yang luar biasa seperti ini juga berarti likuiditas substansial, dengan US$857.930 yang diikat ke dalam token tersebut. Injeksi likuiditas semacam ini hanya menambah semangat seputar Calcium.

Meskipun nilai Calcium yang melambung tinggi mungkin menggoda, para ahli dan trader berpengalaman menyarankan untuk berhati-hati. Token seperti Calcium seringkali sangat bersifat spekulatif dan dapat mengalami volatilitas harga yang ekstrem.

Investor dan trader sangat dihimbau untuk melakukan analisis risiko dan penilaian yang cermat sebelum terlibat dalam aktivitas yang terkait dengan token semacam ini. Pasar kripto, dengan fluktuasi harga yang cepat, bukan untuk orang yang lemah hati.

Kehilangan yang Menyedihkan

Meskipun ada peringatan, cerita tentang kemenangan dan tragedi muncul dari kegilaan Calcium.

Benzinga melaporkan bahwa, seorang pengguna yang tertekan telah membagikan pengalaman memilukan mereka yang kehilangan sejumlah besar uang, yaitu US$115.000, setara Rp1,77 milyar, akibat keterlibatan mereka dengan token Calsium.

Dalam tweet yang ditujukan kepada Shytoshi Kusama, pengguna tersebut menyatakan kesedihannya.

“Itu adalah sisa uang yang sudah saya tabung. Shytoshi Kusama, Anda benar-benar tidak tahu bagaimana tindakan Anda memengaruhi kehidupan orang lain,” ujarnya.

Insiden yang tidak menguntungkan ini menjadi pengingat keras akan sifat berisiko tinggi dari pasar kripto. Sementara beberapa individu telah meraih keuntungan besar, yang lain harus menghitung kerugian mereka.

Menariknya, tidak semua orang membagikan sentimen berhati-hati seputar Calcium. CryptoFundi, pengguna lain dalam komunitas kripto, menyuarakan optimisme mereka tentang token ini, menggambarkannya sebagai fenomena token Pepe.

“Saya sangat merasa bahwa ini seperti token Pepe lainnya. Ini adalah Calcium CAL. Saya berharap itu akan mencapai kapitalisasi pasar 100 juta dalam 10 hari,” ujar CryptoFundi.

Perbedaan pendapat dalam komunitas kripto ini lebih lanjut menggarisbawahi sifat spekulatif dari aset seperti Calcium dan risiko yang melekat. [st]

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.