Ini Rencana Baru Ripple Labs di Sektor Tokenisasi — Blockchain Media Indonesia


Ripple Labs telah memperkenalkan inisiatif ambisius dengan tujuan mengubah industri properti melalui proses inovatif yang disebut tokenisasi.

Dengan memanfaatkan keahliannya dalam mata uang digital bank sentral (CBDC) dan stablecoin, Ripple bertujuan untuk mengatasi tantangan yang ada dalam sektor properti dan membawa keuntungan berupa likuiditas yang meningkat, jangkauan pasar yang lebih luas, dan transaksi yang lebih efisien.

Sekadar informasi, tokenisasi adalah proses membuat wakil aset bernilai secara digital melalui smart contract pada blockchain.

Dalam konteks blockchain, token dapat mewakili nilai (berupa angka) tertentu sehingga dapat dipertukarkan antar pengguna. Tokenisasi memudahkan proses transfer, audit dan pelacakan.

Ada dua jenis umum token, yakni utility tokens dan security tokens.

Utility tokens memberikan akses kepada pemiliknya terhadap produk atau layanan yang dihasilkan oleh perusahaan. Sedangkan security tokens mencakup produk investasi efek, seperti saham, obligasi, valuta asing, emas, rumah, dan lainnya.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, tokenisasi menawarkan likuiditas, aksesibilitas, efisiensi, transparansi dan keamanan yang ditingkatkan, yang pada gilirannya merevolusi model kepemilikan aset dan investasi tradisional.

Visi Ripple 

Berdasarkan laporan Crypto Intelligence, Penasihat CBDC Ripple Antony Welfare baru-baru ini menekankan minat global yang semakin meningkat terhadap CBDC dan stablecoin.

Hal itu ia lakukan dengan menyoroti eksplorasi aktif Ripple terhadap aplikasi praktis dari teknologi-teknologi tersebut.

Fokus Ripple terletak khususnya pada tokenisasi aset properti, sebagaimana ditunjukkan dalam sebuah konferensi fintech di Rumania.

Welfare mempresentasikan contoh penggunaan yang meyakinkan yang menggabungkan dolar Hong Kong digital (e-HKD), tokenisasi properti dan protokol pemberian pinjaman keuangan.

Melalui program inovatif ini, pengguna akan dapat menjadikan aset properti mereka menjadi token dan menggunakan token tersebut sebagai jaminan untuk pinjaman, dengan memanfaatkan platform CBDC Ripple Labs.

Implementasi yang berhasil dari inisiatif tokenisasi dalam sektor properti dapat membawa manfaat yang signifikan. Manfaat-manfaat ini meliputi likuiditas yang meningkat, jangkauan pasar yang lebih luas dan transaksi yang lebih efisien.

Dengan mengatasi tantangan yang ada di industri ini, Ripple Labs bertujuan untuk menciptakan pasar properti yang lebih efisien dan mudah diakses bagi individu dan bisnis.

Namun, adopsi tokenisasi secara luas mungkin menghadapi hambatan regulasi yang memerlukan kepatuhan terhadap hukum setempat.

Selain itu, industri ini juga harus mengatasi kekhawatiran keamanan seputar aset yang sudah ditokenisasi seiring dengan berkembangnya teknologi ini.

Melirik Tokenisasi

Selain itu, BlackRock juga diketahui tertarik dengan tokenisasi, tengah menjajaki tokenisasi untuk  aset kertas seperti saham.

CEO BlackRock Larry Fink menyoroti perkembangan menarik di ruang aset digital, termasuk kemajuan dramatis dalam pembayaran digital di banyak pasar negara berkembang.

Dia juga menyoroti potensi tokenisasi kelas aset yang dapat mendorong efisiensi di pasar modal, memperpendek rantai nilai dan meningkatkan biaya dan akses bagi investor. BlackRock optimis dengan potensi aset digital dan melihat industri ini semakin matang.

Selain itu, Singapura juga meluncurkan inisiatif aset digital, Project Guardian, yang merupakan kerjasama antara Otoritas Keuangan Singapura (MAS) dan perusahaan keuangan besar.

Proyek ini diharapkan menguji kelayakan aplikasi di bidang tokenisasi aset dan DeFi.

Proyek ini dipimpin oleh Bank DBS, JPMorgan Chase & Co serta Marketnode Pte dan melibatkan pembuatan permissioned liquidity pool yang terdiri dari token obligasi serta deposit. [st]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.