Harga BTC Tembus US$31 Ribu, Ancaman Masih Menanti — Blockchain Media Indonesia


Beberapa peristiwa apik telah mengangkat harga Bitcoin (BTC) lampaui level US$31.000, tetapi masih ada ancaman yang menantinya.

Peristiwa penting apik untuk pasar kripto adalah pengajuan Blackrock untuk Bitcoin ETF dengan SEC.

Meskipun Komisi tersebut belum menyetujui aplikasi tersebut, langkah Blackrock, bersama dengan pemain industri lainnya, mencerminkan keinginan kuat untuk menawarkan investor mereka jalur investasi baru.

Dampak pada Harga BTC dan Pasar Kripto 

Watcher News melaporkan bahwa, minat institusi terhadap aset digital terus tumbuh, seperti yang terungkap dalam survei yang dilakukan oleh anak perusahaan Nomura, Laser Digital.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa 96 persen investor profesional yang mengelola dana hingga US$5 triliun, telah tertarik untuk berinvestasi dalam kripto.

Para investor tersebut juga menunjukkan pandangan optimis terhadap Bitcoin dan Ethereum, dengan 82 persen di antaranya menyatakan sentimen positif.

Selain itu, 88 persen dari responden mengindikasikan bahwa mereka atau kliennya sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam aset kripto.

“Studi komprehensif kami mengungkapkan bahwa mayoritas investor institusi yang disurvei melihat peran yang jelas untuk aset digital dalam lanskap manajemen investasi dan manfaat yang dapat mereka bawa, seperti diversifikasi portofolio yang lebih besar,” ujar Kepala Eksekutif di Laser Digital, Jez Mohideen.

Pengajuan aplikasi Bitcoin ETF oleh Blackrock tidak hanya menunjukkan permintaan yang meningkat untuk paparan terhadap Bitcoin di antara kliennya, termasuk institusi-institusi besar, tetapi juga membuka jalan bagi raksasa-raksasa Wall Street lainnya untuk mengikuti jejaknya.

CEO Bitcoin Rewards App Lolli, Alex Adelman, meyakini bahwa langkah tersebut dapat menjadi awal gelombang baru peluncuran produk terkait kripto yang ditujukan untuk investor institusi.

Ancaman Masih Menanti 

Coindesk melaporkan bahwa, Pemimpin di Data dan Analitik Platform kripto FRNT Financial Strahinja Savic berpendapat bahwa pergerakan berkelanjutan di atas level US$31.000 akan menjadi tanda pasar memasuki fase baru, mengubah beberapa kecemasan dari peraturan sebelumnya.

Menurutnya, itu memicu spekulasi bahwa institusi akan meningkatkan ketertarikan mereka ke aset digital seperti Bitcoin.

Di sisi lain, meski beberapa bank sentral seperti The Fed dan Bank of England telah bersikap dovish dalam beberapa pekan terakhir, mereka masih bisa berbalik untuk melanjutkan kenaikan suku bunga. Ini tentu dapat membebani aset digital. [st]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.