Harga BTC Merekah US$27 Ribu, BlackRock Dorong Sentimen Positif — Blockchain Media Indonesia


Dalam kekhawatiran akan kembali jatuhnya pasar kripto, harga BTC kembali merekah, lampaui level US$27.000, menjadi tanda harapan baru.

Harga BTC Merekah 

Watcher News melaporkan, tanda bullish tersebut kemungkinan hanya akan berlangsung dalam jangka pendek karena Bitcoin perlu mengonfirmasi beberapa level untuk memantapkan posisinya.

Dalam beberapa jam terakhir, harga BTC masih naik turun di kisaran level US$27.000, menjadi titik pengamatan utama para investor. Bitcoin masih tampak kesulitan untuk mempertahankan momentumnya.

Dengan adanya ketidakpastian seputar regulasi kripto AS dan faktor lainnya, peluang terjadinya kenaikan harga yang signifikan saat ini sangatlah kecil. Namun, berita positif tentu dapat mendorong BTC dan altcoin untuk mencapai ketinggian yang lebih tinggi.

Sentimen Positif dari BlackRock 

Salah satu sentimen positif tampaknya datang dari kegilaan pada produk Bitcoin ETF yang tampaknya kembali muncul.

Berdasarkan laporan Zycrypto, hal tersebut dipicu oleh BlackRock yang mengajukan permohonan kepada SEC AS untuk mendapatkan persetujuan peluncuran produk Bitcoin ETF mereka.

Itu terjadi hanya beberapa hari setelah SEC mengambil tindakan hukum terhadap bursa kripto utama Coinbase dan Binance AS karena diduga menawarkan sekuritas yang tidak terdaftar.

Menurut pengajuan permohonan, produk “iShares Bitcoin Trust” yang diajukan oleh BlackRock berencana untuk bekerja sama dengan Coinbase Custody sebagai mitra pengawasannya dalam menyimpan Bitcoin yang menjadi dasar dari produk ini.

Peluncuran Bitcoin ETF diharapkan dapat menarik sejumlah investor yang lebih luas, terutama institusi, ke pasar kripto.

Pada awal pekan ini, perusahaan analitik kripto Glassnode melaporkan adanya peningkatan jumlah kepemilikan entitas Bitcoin dengan saldo di bawah 100 BTC, yang mencakup investor kecil, menunjukkan peningkatan akumulasi yang signifikan.

Entitas-entitas tersebut menyerok sekitar 2.286 BTC per hari, setara dengan 254 persen dari pasokan yang ditambang dalam sebulan terakhir.

Selain itu, Glassnode juga menyoroti penurunan dalam Liquid Supply Bitcoin, yang mencapai titik terendah siklus sebesar 2,94 juta BTC.

Penurunan sebesar 620.000 BTC sejak Januari 2022 menunjukkan bahwa Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan secara keseluruhan semakin berkurang.

Penurunan pasokan yang aktif dapat mempengaruhi harga Bitcoin, karena penurunan pasokan relatif terhadap permintaan dapat mendorong harga naik.

Tetapi, ini masih terlalu dini untuk memprediksi pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek, para ahli berpendapat bahwa prospek dari Bitcoin ETF BlackRock memiliki potensi untuk meningkatkan minat dan investasi dalam kripto.

Selain itu, investor ritel kemungkinan besar akan mengikuti institusi dalam membeli Bitcoin agar tidak ketinggalan (FOMO), sehingga dana yang besar akan mengalir ke Bitcoin, Ether, ADA dan aset kripto utama lainnya. [st]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.