Harga BTC Diproyeksikan Melaju ke US$32 Ribu-36 Ribu, Altcoin Ikut Terkerek — Blockchain Media Indonesia


Harga BTC diproyeksikan bisa mencapai US$32 ribu hingga US$36 Ribu, karena didorong sentimen positif dari Wall Street, utamanya dari BlackRock dan pembelian BTC dalam jumlah besar oleh MicroStrategy.

Pasar crypto mengalami lonjakan fenomenal di paruh pertama tahun 2023, dengan Bitcoin (BTC) di garis depan. Harga BTC pun diproyeksikan bisa mencapai US$32,000.

Menurut ahli keuangan Panji Yudha dari Ajaib Kripto, harga BTC telah melonjak lebih dari 80 persen, naik dari US$16 ribu menjadi US$$31 ribu antara 1 Januari hingga 30 Juni 2023. Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar total pasar crypto pun melonjak lebih dari 50 persen, dari US$760 miliar menjadi US$$1,178 triliun.

Kenaikan Harga BTC dan Dampak Altcoin

Seiring harga BTC bertahan di posisi kuat di atas US$30 ribu, altcoin juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terutama, Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC) telah naik sebesar 29,55 persen dan 21,16 persen masing-masing dalam minggu terakhir. Selain itu, beberapa token Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) seperti Compound (COMP) dan Maker (MKR)  masing-masing melonjak sebesar 64,24 persen dan 39,24 persen.

Faktor Pendorong

Lonjakan dramatis dalam harga BTC pada akhir Juni diatribusikan pada sentimen positif dari beberapa manajer aset berskala besar dari Wall Street seperti BlackRock, Fidelity, dan WisdomTree. Raksasa keuangan ini telah mengajukan permohonan lisensi untuk menawarkan produk investasi Spot Bitcoin ETF.

“Ini memiliki dampak positif, mendorong reli Bitcoin lebih dari 20 persen sepanjang Juni 2023,” jelas Panji Yudha dalam keterangan yang diterima pada Selasa (4/7/2023).

Data historis dari Coinglass menunjukkan bahwa sejak 2013, harga Bitcoin telah meningkat rata-rata sekitar 9,18 persen pada Juli 2023.

“Ini menandakan peluang bagi Bitcoin untuk terus menguat pada Juli 2023 berdasarkan data ini,” kata Panji Yudha.

Perkembangan Pasar Lainnya

MicroStrategy, pemegang utama Bitcoin, mengumumkan pembelian terbaru mereka sebanyak 12.333 BTC dengan harga rata-rata US$28,136 per BTC pada pekan lalu. Perusahaan ini kini memiliki total 152.333 BTC.

“Pembelian terbaru ini memperkuat posisi MicroStrategy sebagai perusahaan dengan kepemilikan BTC terbesar, melampaui Tesla dan Marathon Digital. Akumulasi MicroStrategy diharapkan memberikan dorongan bullish pada Juli,” tegas Panji.

Inggris Raya juga melakukan langkah maju dalam sektor kriptokurensi. Badan regulasi telah secara resmi mengesahkan Financial Services and Markets Bill 2023. Undang-undang baru ini diharapkan akan membuka jalan bagi pengembangan regulasi keuangan independen di Inggris pasca-Brexit.

Ini Respons Bos Binance Terkait Pembelian Bitcoin Setara Rp5,2 Triliun oleh MicroStrategy

Berpotensi ke US$36 Ribu

Sementara itu menurut Katie Stockton, pendiri dan mitra pengelola Fairlead Strategies, Bitcoin berpotensi naik hingga US$36.000 dari sekitar US$30.674. Stockton membuat prediksi berani ini selama wawancara di acara Squawk Box CNBC beberapa waktu lalu, kendati meskipun kenaikan Bitcoin selama tujuh hari hanya sebesar 0,7 persen.

Dia mengaitkan kenaikan potensial ini dengan terobosan dasar terbaru pada Bitcoin, yang terjadi sebelum terobosan serupa di pasar ekuitas.

Selain itu, Stockton menunjukkan penurunan indeks volatilitas sebagai indikator tren naik baik pada Bitcoin maupun pasar ekuitas.

Meskipun menghadapi tantangan sepanjang tahun, Bitcoin telah menunjukkan ketahanan dengan kembali ke level dukungan US$$25.000 dan kemudian menunjukkan tanda-tanda tren bullish.

Stockton percaya bahwa tren ini dapat secara signifikan meningkatkan kapitalisasi pasar Bitcoin, yang saat ini berada di sekitar US$$595 miliar, dengan kenaikan harga yang diproyeksikan.

Dalam wawancara tersebut, Stockton juga membahas kinerja pasar ekuitas, dengan menekankan korelasi antara Bitcoin dan pasar saham. Terobosan pada pertengahan Mei di S&P 500 dan momentum serupa yang terlihat di NASDAQ mencerminkan tren yang terlihat pada Bitcoin, menyoroti hubungan saling terkait antara pasar keuangan.

Investor Terus Waspada

Investor disarankan untuk berhati-hati karena harga BTC saat ini diperdagangkan dekat level tertinggi dalam setahun terakhir.

Panji menyarankan agar investor menggunakan “uang dingin” dan menyelaraskan manajemen risiko dengan target investasi yang telah ditentukan. Menggunakan fitur seperti take profit dan stop loss dapat mengamankan keuntungan dan meminimalkan kerugian potensial.

Analisis Teknikal Saat Ini

Per Selasa, 4 Juli 2023, pukul 08:00 AM WIB, BTC diperdagangkan sekitar US$31.129. BTC berusaha untuk keluar dari area resistensi saat ini dan menuju ke US$32,000 jika dapat mempertahankan dukungan di atas uS$30,800 dalam jangka pendek. Namun, jika turun di bawah level ini, BTC berpotensi mundur ke area support di US$29,500.

Hari-hari mendatang akan menjadi penting, karena investor harus memantau terus langkah SEC terkait ETF Bitcoin dan berbagai peristiwa ekonomi, termasuk Risalah FOMC The Fed dan data pasar tenaga kerja, yang mungkin mempengaruhi harga BTC. [ps]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.