Dolar Amerika Melemah, BTC Bisa Semakin Terjamah — Blockchain Media Indonesia


Analis dan pedagang kripto terkemuka, Michael Pizzino, memprediksi bahwa pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dapat meningkatkan harga cryptocurrency, seperti Bitcoin (BTC).

Coinedition melansir analisis Pizzino yang dibagikan dalam kanal YouTube, perihal depresiasi Dolar Amerika dan konsekuensi yang meluas bagi ekonomi, termasuk melejitnya harga BTC.

Video Pizzino menyoroti bagaimana pelemahan dolar Amerika Serikat dapat berdampak positif pada aset yang dihargai dalam mata uang negeri Paman Sam, seperti aset crypto wahid Bitcoin.

“Mengingat korelasi antara dolar AS dan Bitcoin, pelemahan dolar AS dapat memiliki pengaruh yang menguntungkan pada Bitcoin,” tulis media crypto mengutip analisis tersebut, baru-baru ini.

Pizzino menunjukkan bahwa grafik makro Bitcoin menunjukkan tren naik, dan jika dolar AS melemah lebih lanjut, hal itu dapat memberikan tekanan naik yang berlanjut pada harga Bitcoin.

Analisis ini sejalan dengan liputan sebelumnya oleh YouTuber ini mengenai proses mencapai titik terendah Bitcoin dan pergerakan naik yang diantisipasi dalam jangka panjang.

Namun, dalam jangka pendek, Bitcoin saat ini terjebak dalam kisaran perdagangan, dengan level penting yang harus diperhatikan sekitar US$31.500 sebagai batas atas dan US$29.500 sebagai batas bawah.

Breakout di atas atau di bawah level ini, yang diikuti oleh posisi terendah yang lebih tinggi atau posisi tertinggi yang lebih rendah, akan menandakan tren yang definitif pada kerangka waktu yang lebih tinggi.

Analisis ini kemudian membahas tren jangka pendek, dengan fokus pada cryptocurrency lain seperti Ethereum, Solana, Polygon, XRP, Gala, dan Render.

Pizzino membahas berbagai level support dan resistance, serta titik harga kunci untuk setiap cryptocurrency.

Dia memperingatkan para audiens bahwa tren jangka pendek dapat berubah dengan cepat, namun dia menyoroti level-level tertentu yang perlu diperhatikan untuk potensi breakout dan konfirmasi perubahan tren.

Meskipun Pizzino tidak memprediksi kejatuhan dolar Amerika Serkat, dia mengantisipasi tren penurunan berkelanjutan atau pola distribusi yang mungkin menyebabkan penurunan harga selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Namun, dia menyoroti level-level khusus yang perlu diamati untuk potensi breakout dan konfirmasi perubahan tren.

“Mata uang biasanya bergerak lebih lambat daripada kelas aset lainnya, yang menunjukkan penurunan yang lebih bertahap daripada kejatuhan tiba-tiba,” ungkap Pizzino dalam catatannya. [ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.