Demam Spot Bitcoin ETF, Seberapa Tinggi Harga BTC Bisa Melenting? — Blockchain Media Indonesia


Kenaikan pada harga Bitcoin telah memicu spekulasi tentang dampak potensial dari spot Bitcoin ETF yang tengah ramai dibicarakan.

Spekulasi kian diperkuat oleh pengenalan ETF dari perusahaan terkemuka seperti BlackRock dan Fidelity, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor institusional dan menyebabkan lonjakan harga Bitcoin.

Namun, seberapa tinggi harga Bitcoin bisa naik karena spot ETF?

Potensi pada Harga BTC 

News BTC melaporkan bahwa, Chief Strategy Officer di CoinShares Meltem Demirors melihat bahwa spot Bitcoin ETF bukanlah satu-satunya alasan. Banyak institusi keuangan terbesar di AS sedang aktif bekerja untuk memberikan akses ke Bitcoin dan lainnya.

Secara total, ada lebih dari US$27 triliun aset klien yang menunggu di pinggir lapangan. Jika hanya sebagian kecil dari uang ini yang mengalir ke spot Bitcoin ETF, dampaknya pada harga akan sangat signifikan.

Hanya 1 persen saja akan berjumlah lebih dari US$270 milyar, angka yang substansial jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini sebesar US$590 milyar.

Di sisi lain, performa emas setelah pengenalan ETF emas pertama pada November 2004 bisa memberikan gambaran tentang potensi masa depan Bitcoin.

bitcoin

Peluncuran ETF emas pertama (GLD) mengarah pada reli harga emas yang signifikan. Jika Bitcoin mengikuti lintasan serupa, dampak pada harganya bisa saja sama.

“… Waat GLD diluncurkan, memungkinkan akses mudah ke paparan emas bagi investor. Jika Bitcoin ETF Blackrock (yang memiliki persetujuan ETF 99 persen) diluncurkan (struktur yang sangat mirip dengan GLD), diharpakan ada aksi harga yang sama karena membuka akses ke paparan Bitcoin untuk massa,” ujar pakar bernama Will Clemente.

Karena Bitcoin sering disebut sebagai emas digital abad ke-21, layak membandingkan kapitalisasi pasar kedua aset tersebut. Sementara kapitalisasi pasar Bitcoin berada di US$590 milyar, kapitalisasi pasar emas sekitar US$12 triliun.

Jika Bitcoin berhasil mendapatkan hanya 10 persen dari pangsa pasar emas, ini akan menggandakan kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini dan, dalam tentu akan menggandakan harga Bitcoin.

Faktor lainnya adalah kapitalisasi pasar total pasar saham global, yang lebih dari US$100 triliun. Apple, misalnya, menyumbang sekitar 3 persen dari ini. Perusahaan ini dengan demikian lima kali lebih besar kapitalisasinya dibandingkan dengan Bitcoin.

Namun, penting untuk mempertimbangkan sisi penawaran saat menentukan harga. Seperti yang ditulis oleh ahli Alessandro Ottaviani, BlackRock dan Fidelity hanya perlu memindahkan 0,3 persen dari modal yang mereka kelola ke Bitcoin untuk membeli semua BTC yang ada di bursa dengan harga saat ini.

Layanan analisis on-chain Glassnode telah menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa setelah periode permintaan AS yang relatif lebih lemah, ada kebangkitan pada tahun 2023.

Kebangkitan tersebut menemui pasar yang sangat tidak likuid, dengan transfer kekayaan yang terus berlanjut ke HODLers dan semakin banyak koin yang ditarik dari bursa.

Semua metrik dan data ini menunjukkan bahwa Bitcoin menghadapi potensi bull run yang dipimpin olehinstitusi. Namun, tidak ada jaminan untuk itu.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa SEC bisa saja menolak spot Bitcoin ETF yang perlu diwaspadai oleh investor. Mari kita saksikan. [st]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.