Crypto Staking ETH Kehilangan Momentum, Ada Apa? — Blockchain Media Indonesia


Jumlah pemegang Ethereum (ETH) yang memilih untuk melakukan staking atau yang dikenal dengan crypto staking ETH efektifnya mengunci koin mereka dalam platform kontrak pintar, saat ini sedang menurun.

Menurut data CryptoQuant, pada tanggal 23 Agustus, total arus staking berada pada 30.656, turun dari 404.704 yang terdaftar pada 1 Juni.

Meskipun Arus Crypto Staking ETH Menurun, Tapi Terdapat Lebih dari 813.000 Validator Aktif

Total arus crypto staking ETH , yang mengukur jumlah alamat unik yang memindahkan koin ke alamat deposit Beacon Chain resmi untuk tujuan staking, naik secara stabil dari sekitar 5.952 pada 3 April menjadi 404.704 pada 1 Juni, dikutip dari Bitcoinist.

Peningkatan ini sangat didorong, seperti yang ditunjukkan data, dengan aktivasi upgrade Shapella pada tanggal 12 April. Sebagai ilustrasi, antara tanggal 12 April dan 1 Juni, total arus staking naik dari 16.736 menjadi 404.704, peningkatan lebih dari 25 kali lipat.

Upgrade Shapella memungkinkan validator Ethereum untuk menarik koin mereka untuk pertama kalinya sejak mereka mulai mengunci pada akhir Desember 2021.

Pembaruan ini memberikan pilihan kepada validator—yang bertugas memvalidasi transaksi dan menjaga keamanan jaringan—untuk tetap melakukan staking koin mereka atau keluar.

Salah satu pihak yang membuat crypto staking ETH menurun adalah Binance. Bursa terbesar di dunia saat ini telah melakukan transaksi dari dompet kriptonya yaitu “Binance 14” dalam bentuk ETH senilai US$840.000 dalam waktu 24 jam, dikutip dari Cryptoglobe.

Hal ini menimbulkan masalah karena gas fee dari ETH meningkat drastis sebanyak 1.900 persen.

Namun, menurut Dune Analytics, jumlah validator crypto staking ETH naik dari sekitar 568.000 pada 12 April menjadi lebih dari 913.000 pada awal September 2023.

Pada September 2022, Ethereum beralih dari protokol konsensus proof-of-work untuk memvalidasi transaksi ke konsensus proof-of-stake. Sebagai pengganti para penambang, Ethereum sekarang mengandalkan validator.

Saat ini, terdapat lebih dari 813.105 validator aktif yang telah mengunci lebih dari 26 juta ETH secara total.

Apakah Ini Akan Membuat Ethereum Terpusat?

Kontraksi sebesar 92 persen dalam jumlah crypto staking ETH justru memprihatinkan. Namun, hal ini tidak secara mutlak berarti jaringan Ethereum sekarang rentan atau cacat.

Secara khusus, sementara metrik ini melacak jumlah pemegang ETH yang memilih untuk melakukan staking dan mendapatkan imbalan di Ethereum, pelacak ini tidak mengungkap jumlah orang yang menarik koin mereka selama periode ini.

Peningkatan tajam dalam jumlah ETH yang dibuka—sebagaimana ditunjukkan oleh jumlah validator yang menonaktifkan node mereka—atau memilih untuk tidak memvalidasi transaksi bisa menjadi penyebab kekhawatiran.

Ini bisa membuka jaringan untuk kekhawatiran terkait sentralisasi karena penyedia staking likuiditas seperti Lido Finance semakin populer setelah upgrade Shapella pada 12 April.

Untuk mengukurnya, Lido Finance, protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) dominan dengan total nilai yang dikunci (TVL) lebih dari US$13,9 miliar pada Jumat (22/9/2023), mengalirkan ratusan ribu, jika tidak jutaan ETH, dari pemegangnya, memungkinkan mereka untuk mendapatkan imbalan dari crypto staking ETH. [az]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.