Bitcoin dan Pasar Kripto Diprediksi Akan Crash Lagi, Tapi Itu Pertanda Baik — Blockchain Media Indonesia


Dalam dunia kripto yang selalu berfluktuasi, Bitcoin (BTC) sekali lagi menjadi pusat perhatian. Para analis dan trader dengan cermat mengawasi pergerakannya saat menjelajahi pasar yang ditandai oleh siklus kebangkitan dan kejatuhan.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin berada di ambang perubahan signifikan, dengan potensi untuk mencapai level harga yang lebih tinggi dan memulai gelombang bull baru.

Bitcoin dan Pasar Kripto Diprediksi Akan Crash Lagi

Coin Edition melaporkan bahwa, trader dan analis kripto Dan Gambardello telah berbagi wawasannya, mengusulkan bahwa crash pasar lainnya akan sejalan dengan sifat siklus kripto.

Dia percaya bahwa penurunan semacam itu dapat membuka jalan bagi BTC untuk memimpin dalam mengawali pasar bull berikutnya. Perspektif ini telah menarik perhatian dan memicu diskusi di antara para penggemar kripto.

Di tengah spekulasi ini, CoinMarketCap melaporkan peningkatan sedikit dalam kapitalisasi pasar kripto global, yang naik sebesar 0,18 persen dalam 24 jam terakhir. Akibatnya, total nilai pasar berdiri di sekitar US$1,08 triliun pada saat penulisan.

Namun, Bitcoin mengalami kemunduran kecil, mencatatkan kerugian sebesar 0,09 persen dalam periode 24 jam yang sama dan diperdagangkan di kisaran US$26.938,44.

Dari sudut pandang teknikal, harga BTC baru-baru ini berhasil keluar dari tren bearish jangka menengah. Terobosan ini diikuti dengan aset kripto utama ini yang menghadapi level resistensi kunci di US$26.915.

Dalam 48 jam berikutnya akan menjadi krusial, seiring Bitcoin yang berupaya untuk menutup candle harian di atas level itu, yang mungkin membuka jalan bagi reli bullish menuju level US$27.915.

Di sisi lain, kegagalan dalam mencapai penutupan harian di atas level resistensi US$26.915 dapat memicu penurunan tajam dalam harga Bitcoin.

Dalam skenario bearish, nilai kripto utama ini bisa turun hingga sekitar US$26.000 di minggu mendatang, dengan tekanan penjualan yang berlanjut mungkin mendorongnya turun ke US$25.110.

Di tengah volatilitas ini, tanda teknikal bullish yang mencolok telah muncul pada grafik harian Bitcoin. Garis EMA 9 hari baru-baru ini yang menyilang ke atas EMA 20 hari, menandakan potensi pergeseran momentum jangka pendek yang menguntungkan pembeli.

Perkembangan ini memberi pembeli sedikit keunggulan atas penjual dan menyarankan bahwa harga BTC bisa segera mengubah level resistensi US$26.915 menjadi support. [st]

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.