Bitcoin Bisa Lindungi Kekayaan Anda dari Inflasi dan Pemerintah — Blockchain Media Indonesia


Dalam diskusi terbarunya dengan pakar Safe Money Stephen Gardner di AS, Ketua Dewan Eksekutif MicroStrategy Michael Saylor, kembali mengungkapkan keyakinannya bahwa Bitcoin adalah cara terbaik untuk melindungi kekayaan dari bahaya inflasi dan ketidakpastian politik.

Saylor, tokoh berpengalaman dalam dunia kripto, menyajikan argumen yang meyakinkan mengapa BTC seharusnya dianggap sebagai aset penting dalam lanskap ekonomi saat ini.

Bitcoin Bisa Lindungi Kekayaan Anda dari Inflasi dan Pemerintah 

Berdasarkan laporan Coin Edition, Saylor memulai percakapannya dengan mengupas dinamika kompleks dari inflasi moneter.

Dia menggambarkan inflasi sebagai vektor, menyoroti konsep inflasi konsumen sebagai metrik penting yang mengukur kenaikan biaya barang dan jasa, yang kualitasnya terus menurun.

Inflasi konsumen, sebagaimana dijelaskan oleh Saylor, mencerminkan jumlah uang yang diperlukan untuk menjaga gaya hidup sederhana atau, dengan kata lain, menghindari kemiskinan.

Sebaliknya, inflasi aset mengindikasikan tingkat pertumbuhan atau pelestarian kekayaan, elemen kunci dalam mencapai kemakmuran keuangan.

Dalam satu abad terakhir, Saylor menunjukkan bahwa inflasi aset di AS biasanya berada di sekitar 7-8 persen, sementara inflasi konsumen relatif stabil di sekitar 2 persen.

Namun, dia menekankan bahwa inflasi aset baru-baru ini mengalami pertumbuhan signifikan, menciptakan skenario ekonomi yang menarik.

Saylor menekankan bahwa di luar AS, terutama di negara-negara yang rentan secara ekonomi, inflasi aset sering melampaui 14 persen setiap tahun.

Dia mengaitkan lonjakan ini dengan faktor-faktor seperti defisit yang terus bertambah dan pencetakan uang yang berlebihan, yang semuanya diperparah oleh pandemi COVID-19.

Akibatnya, harga aset yang langka dan dapat dijual kembali telah melonjak, melampaui angka 2 persen dan pasokan uang telah meluas lebih dari 40 persen hanya dalam beberapa tahun saja.

Dengan perbandingan yang tajam, Saylor menjelaskan bagaimana mata uang fiat tradisional secara perlahan kehilangan nilainya karena dinamika inflasi.

Dia menyoroti risiko dari menyimpan kekayaan dalam mata uang semacam itu, dengan mengilustrasikan bagaimana kekayaan yang disimpan dalam dolar AS selama satu abad terakhir akan mengalami depresiasi yang mencengangkan sekitar 99 persen.

Risiko ini terutama terlihat dalam pemerintahan yang tidak stabil, di mana perubahan kebijakan yang tiba-tiba dapat mengakibatkan erosi kekayaan yang signifikan.

Saylor dengan tegas meyakini bahwa Bitcoin berfungsi sebagai obat yang kuat untuk risiko-risiko inheren ini, berkat atribut-atribut uniknya.

Dia melihat Bitcoin sebagai teknologi terobosan, dengan pasokan terbatas sebanyak 21 juta koin, yang secara alamiah melindunginya dari inflasi.

Menurut pandangan Saylor, BTC beroperasi sebagai jaringan moneter yang konservatif tanpa kebocoran atau depresiasi. Dia mengklaim bahwa kripto ini memberikan cara untuk mempertahankan energi ekonomi seseorang, mencegahnya hilang seiring waktu. [st]

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.