Binance Batal ‘Main’ di Austria — Blockchain Media Indonesia


Usai ditolak di Belgia, platform crypto terbesar Binance lagi-lagi ditampik di ranah Eropa, tepatnya di negara Austria.

The Block, dalam artikel baru-baru ini, melaporkan bahwa Binance telah menarik permohonan lisensinya dari Otoritas Pasar Keuangan Austria

“Kami tidak dapat membagikan rincian percakapan kami dengan regulator, namun kami tetap berkomitmen untuk bertindak sesuai dengan kewajiban kami di mana pun Binance beroperasi,” kata juru bicara Binance kepada The Block saat dimintai komentar mengenai laporan penarikan permohonan Austria oleh FinanceFWD.

“Fokus kami saat ini di Eropa adalah memastikan bahwa kami akan sepenuhnya mematuhi persyaratan MiCA [Markets in Cryptoassets] ketika diimplementasikan pada akhir tahun depan.”

Menurut laporan dari FinanceFWD yang mengutip sumber yang familiar dengan masalah ini, Binance menarik permohonan Austria tersebut dalam kurun beberapa waktu lalu. Diduga regulator Austria memberikan tekanan di balik layar.

Platform crypto dikabarkan telah mendirikan Binance Austria GmbH tahun lalu dengan tujuan untuk mendapatkan lisensi bagi anak perusahaannya.

Austria menjadi tambahan dalam daftar pasar Eropa yang Binance tinggalkan dalam beberapa minggu terakhir.

Bulan ini, Binance mengumumkan keluar dari Belanda setelah gagal mendapatkan persetujuan regulator.

Bulan ini juga, Binance mengajukan permohonan untuk membatalkan pendaftaran di Siprus dan membatalkan registrasinya di Financial Conduct Authority Inggris.

Perusahaan saat ini masih memiliki registrasi di negara-negara EU lainnya, termasuk Italia, Spanyol, dan Prancis, di mana dilaporkan sedang diselidiki atas dugaan pencucian uang.

Minggu lalu, regulator keuangan Belgia memerintahkan Binance untuk menghentikan semua layanan di negara tersebut.

Kantor berita Reuters melaporkan, baru-baru ini, bahwa regulator FSMA Belgia memerintahkan Binance untuk menghentikan penawaran layanan mata uang virtual di negara tersebut, menambah tekanan terhadap bursa crypto terbesar di dunia.

Seperti diketahui, Binance saat ini juga terlibat dalam pertempuran hukum dengan regulator di Amerika Serikat.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission  (SEC) Amerika Serikat keduanya menggugat bursa tersebut dan pemiliknya, Changpeng Zhao, atas dugaan pelanggaran hukum federal dan tidak mendaftarkan bursa tersebut di Amerika Serikat.

Meskipun menghadapi tantangan, Binance secara konsisten membela praktik bisnisnya.

Binance, yang didirikan oleh Changpeng Zhao di Shanghai pada tahun 2017, telah tumbuh menjadi dominan dalam industri kripto tetapi juga menghadapi pengawasan ketat dari regulator yang ingin memerangi pencucian uang. [ab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.