Prediksi BTC, Bisa Memuncak pada Oktober 2023 — Blockchain Media Indonesia

Bitcoin, cryptocurrency terbesar di dunia, kembali mencuri perhatian di pasar keuangan. Menurut beberapa analis kripto, Bitcoin akan mengalami pergerakan harga yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang, dengan prediksi BTC akan mencapai rekor tertinggi baru pada bulan Oktober.

Investor institusional juga semakin meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka, hal ini menunjukkan kepercayaan yang tumbuh terhadap prospek jangka panjang aset digital ini.

Artikel ini akan mengungkapkan wawasan yang diberikan oleh berbagai sumber dan menjelajahi faktor-faktor yang mendorong potensi kenaikan kripto Bitcoin.

Prediksi BTC Mengalami Pergerakan Besar dan Mencapai Rekor Tertinggi pada Bulan Oktober

Menurut seorang analis kripto terkemuka mengatakan bahwa Bitcoin dapat mengalami pergerakan harga yang signifikan dalam beberapa bulan mendatang, yang berpotensi mencapai rekor tertinggi baru pada bulan Oktober, dikutip dari Dailyhodl.

October prediction

Berdasarkan grafik di atas, tampaknya prediksi BTC dapat naik hingga US$120.000 sebelum akhir tahun.

Analis tersebut mencantumkan beberapa indikator teknis dan pola sejarah untuk mendukung prediksi ini.

Mereka membuat perbandingan antara kondisi saat ini dan reli meledak yang terjadi pada November 2020, hal tersebut menunjukkan potensi terjadinya skenario serupa pada Oktober mendatang.

 

Investor Institusional Mengakumulasi Bitcoin

Investor institusional dikenal memiliki dampak signifikan pada pasar kripto. Investor institusional secara aktif meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka, menunjukkan minat yang semakin meningkat terhadap aset digital ini, dikutip dari Coinedition.

Platform analisis yang disebutkan dalam artikel mengungkapkan bahwa akumulasi Bitcoin oleh investor institusional mengalami peningkatan yang eksponensial.

Tren ini menggambarkan bahwa para trader dan investor institusional melihat Bitcoin sebagai peluang investasi jangka panjang yang berharga, yang berkontribusi pada potensi yang baik sehingga prediksi BTC ke depannya sangat positif.

Peningkatan Eksponensial dalam Akumulasi Bitcoin oleh Investor Institusional

Untuk menekankan minat yang semakin tinggi dari investor institusional, CryptoPotato menyoroti peningkatan eksponensial dalam akumulasi Bitcoin oleh investor institusional.

Lonjakan ini didukung oleh data dari laporan terbaru, yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah dompet Bitcoin dengan jumlah besar.

Dengan terus meningkatnya kepemilikan dana institusional, pasar kripto mengalami aliran masuk mingguan sekitar $199 juta, dengan BTC menjadi penerima utama dengan pangsa sebesar 94 persen.

Bitcoin mencatat aliran masuk sebesar US$187 juta, produk short-bitcoin mengalami aliran keluar sebesar US$4,9 juta selama sembilan minggu berturut-turut.

Hal ini mengindikasikan sentimen bullish yang semakin kuat dari para investor terhadap aset kripto tersebut.

Data tersebut memberikan wawasan tentang permintaan yang meningkat untuk Bitcoin di kalangan institusi, yang berpotensi menjadi pendorong apresiasi harga di masa depan.

Potensi dan Prediksi BTC untuk Juli yang Meledak

Sejalan dengan sentimen pergerakan harga yang signifikan, seorang analis kripto lainnya memberikan prediksi bahwa BTC dapat meledak pada bulan Juli, dengan perbandingan terhadap kondisi yang terjadi pada November 2020.

Analis tersebut berargumen bahwa beberapa indikator teknis sejajar dengan kondisi yang mendahului reli tahun 2020, yang menghasilkan keuntungan yang substansial bagi Bitcoin.

prediksi btc november 2020

Grafik di atas menggambarkan kondisi BTC pada 2020 lalu, di mana terdapat tiga sinyal sebelum terjadinya reli sehingga harga Bitcoin yang sebelumnya US$10.000 naik ke US$60.000 dalam beberapa bulan, dikutip dari Dailyhodl.

Jika sejarah berulang, Juli dapat menjadi bulan yang penting bagi trajectori kenaikan Bitcoin.

Kesimpulan

Pasar cryptocurrency kembali dipenuhi kegembiraan saat potensi Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru yang menarik perhatian analis dan investor.

Dengan prediksi pergerakan besar dan pencapaian rekor baru pada bulan Oktober, serta peningkatan akumulasi Bitcoin oleh investor institusional, aset digital ini terlihat siap untuk pertumbuhan yang signifikan.

Saat pasar menantikan reli meledak pada bulan Juli, semua mata tertuju pada pergerakan harga Bitcoin, dengan harapan dapat menyaksikan hasil dari prediksi bullish ini. [az]


Peretasan Poly Network, 57 Aset dan 10 Blockchain Terdampak — Blockchain Media Indonesia

Poly Network, sebuah protokol cross-chain bridge terkemuka, baru-baru ini mengumumkan penangguhan sementara layanan mereka menyusul ekploitasi keamanan besar.

Platform ini mengungkapkan bahwa serangan tersembunyi telah mempengaruhi 57 aset di sepuluh rantai blok yang berbeda.

Kejadian tersebut mengguncang komunitas kripto, tetapi tindakan cepat diambil oleh berbagai proyek untuk mengurangi risiko yang terkait dengan serangan tersebut.

Poly Network Diretas

Berdasarkan laporan Coinedition, sebagai respons terhadap eksploitasi tersebut, Poly Network menghubungi bursa terpusat dan lembaga penegak hukum untuk meminta bantuan mereka dalam menangani masalah ini.

Selain itu, platform juga membagikan rincian alamat yang memegang sebagian besar aset yang terkena melalui untaian Twitter, yang mungkin membantu dalam upaya pemulihan.

Untuk mengurangi dampak kejahatan siber yang baru-baru ini terjadi, platform telah berkomunikasi dengan berbagai tim proyek dan mendorong mereka untuk segera menarik likuiditas dari bursa terdesentralisasi (DEX).

Secara bersamaan, platform juga menyarankan pengguna yang memiliki aset yang terkena dampak untuk mempercepat proses penarikan likuiditas dan membuka kunci token LP mereka.

Setelah serangan tersebut, beberapa proyek yang terkait dengan Poly Network mengambil langkah tegas. Neo, salah satu anggota Pendiri Poly Network, menangguhkan sementara layanan cross-chain bridge.

Demikian pula, Metis DAO mengungkapkan bahwa tidak ada likuiditas jual tersedia untuk BNB dan BUSD yang baru saja diterbitkan di platform mereka, sehingga hampir tidak berharga.

Token METIS, yang merupakan salah satu dari 57 aset yang terkena serangan tersebut.

Investigasi terhadap serangan terhadap Poly Network telah dimulai, dengan perusahaan keamanan blockchain dan para analis berupaya untuk mengidentifikasi penyebab di balik serangan tersebut.

Misalnya, analis kripto Arhat menyimpulkan bahwa serangan terjadi karena kerentanan kontrak pintar dalam alat cross-chain bridge Poly Network.

Pada saat yang sama, platform solusi keamanan web3 Dedaub menyatakan bahwa Poly Network memiliki pengaturan multisig 3 dari 4 yang sederhana selama 2 tahun. Dedaub menyimpulkan bahwa kunci privat ke alamat yang ditandai telah disusupi.

Selain itu, platform analisis data web3 Lookonchain dilaporkan menjadi yang pertama memberi peringatan kepada komunitas kripto.

Lookonchain menyatakan bahwa para peretas telah menjual sejumlah besar aset curian, seperti 94 miliar SHIB dengan harga 360 ETH, 495 juta COOK dengan harga 16 ETH dan 15 juta RFuel dengan harga 27 ETH. [st]

 


Benarkah Tiongkok Mulai Sokong Crypto? — Blockchain Media Indonesia

Hong Kong telah melakukan banyak langkah yang ramah terhadap crypto dalam beberapa bulan terakhir, dan Tiongkok juga sepertinya telah memberi restu. Apakah ini menandakan Tiongkok mulai menyokong crypto?

Sebagaimana diketahui Hong Kong Monetary Authority (HKMA) telah mengendus peluang di balik perseteruan crypto exchange dengan otoritas Amerika Serikat. Di mana regulator Hong Kong meminta lembaga perbankan untuk meladeni crypto exchange berlisensi.

HKMA menggandeng sejumlah bank, termasuk di antaranya: HSBC dan Standard Chartered, untuk menerima crypto exchange sebagai klien.

Bahkan otoritas Hong Kong, Johnny Ng, juga mengundang bursa kripto global untuk mengajukan lisensi di kota seribu kelenteng tersebut.

Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong menyatakan bahwa rezim regulasi baru mereka bertujuan untuk mengakomodasi semua dimensi antarmuka publik dengan aset virtual.

Pintu Masuk Crypto ke Negeri Tirai Bambu Belum Terbuka

Menyaksikan geliat Hong Kong tak dipungkiri menggelitik banyak tokoh terkenal di industri ini yang mengharapkan Tiongkok akan membatalkan larangan crypto.

“Namun, harapan investor terhadap China membatalkan larangannya mungkin akan berakhir dengan kekecewaan,” tulis Watcher Guru dalam laporan terbaru.

Media crypto merujuk penunjukan Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) telah menunjuk Pan Gongsheng sebagai pejabat partai komunis senior, sebagai alasan utama.

“Gongsheng telah lama vokal tentang keyakinannya yang anti-crypto. Pejabat tersebut terkenal mengatakan pada tahun 2017 bahwa “Jika Anda duduk di tepi sungai dan menonton, suatu hari mayat Bitcoin akan mengapung di depan Anda.”,” demikian dikutip Watcher Guru.

Menurut media crypto tersebut, Tiongkok tengah berkonsentrasi pada CBDC berbasis blockchain meskipun ada larangan terhadap cryptocurrency

“Berdasarkan pengetahuan saya, tidak ada gubernur PBOC yang akan mendukung Bitcoin,” kata Ekonom China di Bloomberg Economics, David Qu, belum lama ini.

Qu menambahkan, pemerintah Tiongkok justru fokus pada membangun yuan digital, dan pejabat senior di luar bank sentral juga skeptis terhadap Bitcoin.

Baru-baru ini dilaporkan bahwa di wilayah Jinan di Tiongkok, semua rute bus telah mulai menerima pembayaran dengan yuan digital.

“Negara ini telah mencapai kesuksesan yang signifikan dalam area CBDC (Mata Uang Digital Bank Sentral). Program dan pilot CBDC China adalah salah satu yang paling maju di dunia saat ini,” tulis WG.

Menurut laporan dari PwC China dan Standard Chartered, adopsi CBDC yang dapat diprogram oleh Greater Bay Area (GBA) China dapat berfungsi sebagai pedoman bagi CBDC lainnya.

Dalam analisis WG, tujuan Tiongkok untuk mendorong CBDC ke depan adalah alasan lain mengapa negara ini mungkin tidak ingin membatalkan kebijakan larangan cryptocurrency.

“Investor dan pengguna mungkin lebih memilih alternatif yang lebih berorientasi pada privasi daripada yuan digital yang didukung oleh partai komunis,” imbuh media crypto tersebut.

Sebagaimana diberitakan, Tiongkok mengumumkan larangan terhadap cryptocurrency pada tahun 2021, yang mengguncang industri tersebut.

Larangan tersebut diterapkan secara bertahap, dan pada bulan September 2021, semua transaksi cryptocurrency berhenti.

Tingkat hash Bitcoin turun dalam beberapa bulan, dan bursa cryptocurrency Tiongkok meninggalkan negara tersebut. [ab]

Harga LTC Merekah Menjelang Halving — Blockchain Media Indonesia

Litecoin (LTC), salah satu mata uang kripto terkemuka di pasar, telah menunjukkan tren bullish yang kuat dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan kenaikan harga LTC.

Dengan acara Litecoin halving yang sangat dinantikan di depan mata, investor dan penggemar dengan cermat memantau kinerja mata uang kripto ini.

Halving yang akan datang, yang dikombinasikan dengan faktor positif lainnya, telah mendorong Litecoin menjadi salah satu pemimpin di pasar mata uang kripto.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi alasan di balik tren bullish yang kuat Litecoin dan menguji dampak potensial dari acara halving terhadap harga Litecoin.

Momentum Bullish dan kenaikan Harga LTC

Litecoin telah secara bertahap mendapatkan momentum dalam beberapa bulan terakhir, menarik perhatian investor mata uang kripto baru dan berpengalaman. Mata uang kripto ini telah mengalami lonjakan harga yang signifikan, menunjukkan tren bullish yang kuat.

Peningkatan nilai ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk adopsi yang meningkat, minat pasar yang berkembang, dan perkembangan positif dalam ekosistem Litecoin, dikutip dari Newsbtc.

Pertama-tama, Litecoin telah mengalami peningkatan adopsi oleh pedagang dan individu. Waktu transaksi yang cepat dan biaya rendah membuat Litecoin menjadi alternatif menarik bagi Bitcoin dalam transaksi sehari-hari.

Seiring dengan semakin banyaknya pedagang dan bisnis yang mulai menerima Litecoin sebagai metode pembayaran, permintaan terhadap mata uang kripto ini telah meningkat secara signifikan.

Selain itu, reputasi Litecoin sebagai mata uang kripto yang stabil dan dapat diandalkan telah menarik minat investor institusional yang ingin melakukan diversifikasi portofolio.

Minat yang semakin meningkat dari pemain institusional telah berkontribusi pada kenaikan harga LTC.

Selanjutnya, integrasi terbaru dari protokol privasi Litecoin yaitu Mimblewimble telah meningkatkan daya tarik mata uang kripto ini.

Protokol ini menyediakan privasi transaksi yang lebih baik dan kemampuan fungsionalnya yang lebih baik, yang lebih memposisikan Litecoin sebagai pilihan yang layak bagi pengguna yang peduli dengan privasi.

Halving yang Akan Datang

Salah satu faktor utama yang mendorong tren bullish Litecoin adalah acara halving yang akan datang. Diatur untuk terjadi sekitar setiap empat tahun, halving Litecoin melibatkan pengurangan hadiah blok yang diterima oleh penambang untuk memvalidasi transaksi.

Halving berfungsi sebagai mekanisme untuk mengendalikan inflasi dan memastikan kelangkaan Litecoin.

Halving yang akan datang, yang diharapkan terjadi dalam beberapa bulan mendatang, akan mengurangi hadiah blok dari 12,5 LTC menjadi 6,25 LTC. Penurunan pasokan ini secara historis telah menyebabkan peningkatan permintaan dan kenaikan harga Litecoin.

Acara halving sebelumnya dalam sejarah Litecoin telah menunjukkan pola ini, dengan reli harga yang signifikan terjadi baik sebelum maupun setelah halving, dikutip dari Coinspeaker.

Investor dan trader dengan cermat memantau acara halving ini, mengantisipasi lonjakan harga sebagaimana pada siklus sebelumnya.

Penurunan pasokan baru Litecoin yang masuk ke pasar, yang dikombinasikan dengan permintaan yang terus meningkat dan sentimen pasar yang positif, diharapkan akan mendorong harga Litecoin lebih tinggi.

Kesimpulan

Tren bullish yang solid Litecoin dalam beberapa bulan terakhir telah menjadikan mata uang kripto ini sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di pasar.

Kombinasi antara adopsi yang meningkat, minat pasar yang berkembang, dan perkembangan positif dalam ekosistem Litecoin telah berkontribusi pada peningkatan nilainya.

Selain itu, acara halving yang akan datang telah menambahkan antisipasi di sekitar Litecoin, dengan pola historis menunjukkan adanya potensi lonjakan harga LTC.

Seiring dengan terus berkembangnya pasar mata uang kripto, Litecoin tetap menjadi pemain utama yang menunjukkan ketangguhan dan menarik perhatian baik dari investor individu maupun institusional.

Dengan mendekatnya acara halving, masa depan mata uang kripto ini tampak menjanjikan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pasar mata uang kripto sangat fluktuatif, dan investor harus berhati-hati serta melakukan riset yang cermat sebelum membuat keputusan investasi. [az]

Kapan Spot Bitcoin ETF Direstui? — Blockchain Media Indonesia

Spot Bitcoin ETF telah menjadi topik yang menarik dan spekulatif dalam komunitas kripto, terutama karena SEC terus meninjau dan mengevaluasi berbagai aplikasi.

Potensi persetujuan spot Bitcoin ETF dapat memiliki dampak yang signifikan bagi pasar, dan beberapa perusahaan keuangan baru-baru ini mengajukan aplikasi, memberikan harapan bagi Bitcoin dan altcoin di tengah tekanan regulasi yang meningkat.

Spot Bitcoin ETF 

Berdasarkan laporan Bitcoinsistemi, perusahaan Bernstein telah merilis laporan yang membahas sikap SEC terhadap spot Bitcoin ETF.

Analis Bernstein, yang dipimpin oleh Gautam Chhugani, percaya bahwa probabilitas SEC menyetujui produk tersebut cukup tinggi.

Laporan tersebut juga menyoroti kekhawatiran SEC terkait bursa spot seperti Coinbase, yang dianggap berada di luar yurisdiksi regulasi SEC.

“SEC percaya dan tidak menyetujui spot Bitcoin ETF sebagai tidak dapat diandalkan karena menganggap bursa spot, seperti Coinbase, tidak sesuai dengan peraturannya dan karena itu menganggap harga spot BTC tidak dapat diandalkan dan terbuka untuk manipulasi,” ungkap laporan tersebut.

Juga, ketidakadaan produk tersebut di AS telah menyebabkan pertumbuhan produk alternatif, terutama Grayscale Bitcoin Trust (GBTC).

Namun, laporan tersebut menyiratkan bahwa produk-produk tersebut lebih mahal, likuiditas rendah dan tidak efisien dibandingkan dengan ETF.

Sebagai gantinya, Bernstein mengusulkan agar SEC memprioritaskan pengenalan spot Bitcoin ETF yang dipimpin oleh pelaku Wall Street yang lebih umum diterima dan diatur oleh bursa yang ada.

Pendekatan tersebut  akan mengatasi kekosongan institusional dan memberikan pengawasan, menawarkan alternatif yang lebih baik daripada produk OTC seperti Grayscale.

Watcher News melaporkan bahwa, berbagai perusahaan terkemuka, seperti BlackRock, Fidelity, Invesco dan VanEck, telah mengajukan aplikasi untuk produk sejenis. Ini menunjukkan keyakinan mereka terhadap potensi instrumen investasi tersebut.

Sekadar informasi, Fidelity telah melakukan pengajuan kembali untuk produk tersebut, yang diajukan dengan nama Wise Origin Bitcoin Trust.

Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa SEC menganggap beberapa aplikasi tidaklah memadai, dengan alasan kurangnya kejelasan dan kelengkapan.

SEC telah menyampaikan kekhawatirannya kepada Nasdaq dan CBOE Global Markets, yang mengajukan aplikasi atas nama manajer investasi.

Meskipun tantangan regulasi, laporan riset Bernstein menunjukkan bahwa persetujuan SEC untuk spot Bitcoin ETF masih mungkin.

Untuk mengatasi kekhawatiran SEC terkait harga spot, industri telah mengusulkan kesepakatan pengawasan antara operator bursa spot dan bursa yang diatur seperti Nasdaq. Ini akan meningkatkan transparansi dan mengurangi risiko manipulasi.

Sementara itu, produk seperti GBTC dari Grayscale, meskipun mengalami pemulihan tahun ini, terus diperdagangkan dengan diskon dibandingkan dengan nilai aset bersih (NAV) mereka.  [st]

 

Larangan Crypto Lending, Thailand Ikut Jejak Singapura — Blockchain Media Indonesia

Thailand menjadi negara Asia Tenggara kedua yang mengumumkan larangan terhadap pertukaran kripto yang menawarkan crypto lending, karena regulator negara tersebut menempatkan perlindungan investor di garis depan strategi kripto mereka.

Sebelumnya, Singapura telah melarang pertukaran untuk menawarkan layanan peminjaman dan staking kepada pelanggan eceran.

Aturan serupa di Thailand diumumkan dalam sebuah rilis oleh Otoritas Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC).

Pernyataan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa larangan tersebut berlaku untuk layanan penitipan yang menawarkan pengembalian kepada penitip dan peminjam, sehingga secara tegas melarang pertukaran untuk menawarkan crypto lending dan staking.

SEC Thailand juga telah memperkenalkan pernyataan risiko perdagangan yang wajib dan hal ini harus jelas terlihat bagi para pelanggan.

Pernyataan tersebut berisikan bahwa kriptokurensi memiliki risiko yang tinggi. Harap teliti mempelajari dan memahami risiko kriptokurensi secara menyeluruh, karena investor dan trader bisa kehilangan seluruh investasinya.

Operator pertukaran harus memastikan pengguna menyadari risiko tersebut sebelum menyetujui penggunaan layanan.

Selain itu, penilaian kesesuaian investor akan menentukan seberapa banyak pengguna berhak berinvestasi di dalam kripto.

Mengingat crypto lending memiliki risiko yang cukup besar maka tidak heran jika Singapura dan Thailand melarang hal tersebut. Karena nilainya sangat fluktuatif sehingga potensi kerugiannya sangat tinggi.

Regulator tahun lalu melarang pembayaran kripto, tetapi memberikan kesempatan bagi konsumen untuk berinvestasi dalam bentuk aset. Aturan baru ini mulai berlaku pada tanggal 31 Juli 2023.

Larangan Crypto Lending: Singapura pertama, Lalu Thailand

Berita Senin (03/07/2023) dari SEC Thailand mencerminkan pengumuman yang dibuat sebelumnya oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) yang melarang operator pertukaran untuk menawarkan crypto lending dan staking kepada pelanggan eceran, dikutip dari Finance.Yahoo.

Singapura sekarang juga mewajibkan pertukaran untuk memindahkan semua aset pelanggan ke dalam suatu Trust sebelum akhir tahun.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari penggabungan dan perdagangan dana pelanggan serta mencegah risiko bencana seperti yang terjadi pada FTX.

Pada bulan November 2022 lalu,bursa FTX yang bernilai miliaran dolar mengalami kejatuhan bersejarah setelah terjadi penarikan massal dana pelanggan dari token FTT miliknya yang mengungkapkan bahwa terdapat beberapa pencatatan yang buruk.

Tidak lama kemudian terungkap bahwa FTX mengirim dana pelanggan ke perusahaan saudara kandungnya, hedge fund Alameda Research, untuk menutupi kekurangan dalam neraca keuangannya setelah perusahaan tersebut melakukan beberapa perdagangan yang buruk.

Meskipun situasinya telah mereda, regulator di seluruh dunia mengacu pada insiden FTX sebagai studi kasus yang harus diwaspadai saat mengatur aktivitas pertukaran. Khususnya untuk produk seperti crypto lending maupun staking. [az]

Keamanan Siber Global, Indonesia Memainkan Peran Penting — Blockchain Media Indonesia

Di kancah Keamanan siber secara global yang luas, Indonesia ternyata memainkan peran penting yang sulit dibantah. Itu adalah salah satu topik bahasan hangat yang akan dibahas di acara konferensi keamanan siber raksasa, IndoSec yang akan berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, 29-31 Agustus 2023.

Kegiatan tahunan berskala besar ini, dalam edisi keenamnya, dianggap bukan sekedar acara tetapi kebutuhan nasional mengingat lonjakan kejahatan siber yang melanda negara ini.

Belakangan ini, Indonesia dihadapkan pada ancaman siber seperti phishing, ransomware, kebocoran data, dan malware. Serangan-serangan ini memiliki dampak luas, menguras sumber daya keuangan organisasi, menyebabkan kehilangan data, pencurian kekayaan intelektual dan merusak reputasi merek.

Peran penting IndoSec dalam lanskap keamanan siber Indonesia tidak dapat disangkal. Acara yang terkenal karena menangani tantangan bisnis kritis dan berbagi intelijen untuk melawan ancaman siber ini, telah menjadi pusat dalam membentuk kemitraan yang transformatif. Salah satu daya tarik utama adalah IndoSec Awards 2023 yang akan memberi penghargaan kepada bakat-bakat keamanan siber terbaik di negara ini dalam berbagai kategori.

Muhammad Neil El Himam, Wakil Menteri untuk Ekonomi Digital & Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia, termasuk di antara pembicara utama. Ia menyoroti pentingnya keamanan siber

“Melalui kebijakan yang kuat, langkah-langkah proaktif, dan inisiatif kolaboratif, pemerintah Indonesia memainkan peran kritis dalam membina sektor keamanan siber, memperkuat pertahanan siber, dan mempromosikan literasi siber,” kata Himam dalam keterangan resmi yang diterima media dari pihak penyelenggara IndoSec.

IndoSec 2023 Akan Hadirkan 700 Pakar Cyber Security di Jakarta

Komitmen pemerintah Indonesia terlihat dalam inisiatif Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendirikan 121 Tim Tanggap Insiden Keamanan Komputer (CSIRT) pada tahun 2024, menandai Indonesia sebagai salah satu ‘pasar’ keamanan siber berkembang tercepat di dunia.

Pembicara terkemuka lainnya, Boris Hajduk, CISO di Goto Group, menekankan pentingnya kolaborasi di antara pemimpin keamanan di dunia yang saling terhubung saat ini.

“IndoSec menyediakan forum bagi pemimpin keamanan untuk berkumpul, berbagi informasi, dan mengembangkan solusi untuk kepentingan seluruh ekosistem Indonesia,” kata Hajduk.

IndoSec 2023 telah mengumpulkan berbagai perusahaan unggulan, termasuk SANS, CrowdStrike, Elitery, SentinelOne, Splunk, dan banyak lainnya, yang menampilkan solusi keamanan siber mutakhir. Selain itu, acara ini akan melibatkan organisasi keamanan siber terkemuka seperti (ISC)² Jakarta Chapter, ISACA Indonesia Chapter, iCIO Community, dan Association of Information Security Professionals (AiSP) sebagai Mitra Asosiasi.

Apa Itu Ransomware? Mengapa Berelasi dengan Bitcoin?

Kolaborasi ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan program dan meningkatkan partisipasi.

Andang Nugroho, Presiden (ISC) Jakarta Chapter, menyatakan antusiasme atas kemitraan ini.

“Keamanan siber adalah prioritas utama bagi perusahaan dan institusi pemerintah di Indonesia, dan ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan. ISC2 Jakarta Chapter sangat bersemangat untuk berkontribusi dan berkolaborasi dengan semua kolega yang terlibat dalam IndoSec 2023,” katanya.

Indonesia berada pada titik kritis saat serangan siber terus meningkat, dengan biaya pemulihan mencapai lebih dari US$6,7 juta. Dengan lebih dari satu juta serangan ransomware baru-baru ini, ada kebutuhan mendesak akan solusi inovatif dan berbagi pengetahuan tentang kemanan siber.

Tradepass, penyelenggara IndoSec, berharap acara ini akan menyatukan lebih dari 700 ahli keamanan siber, termasuk Kepala Keamanan Informasi, Risiko, Kepatuhan, Forensik, dan Hukum Siber, dari perusahaan publik dan swasta terkemuka di seluruh Indonesia.

Dengan mengumpulkan para ahli, memupuk kolaborasi, dan berbagi pengetahuan dan inovasi, IndoSec merupakan elemen integral dalam kampanye Indonesia untuk memperkuat cyber security, melindungi lanskap digitalnya, dan melindungi warga dan bisnisnya. [ps]

Harga BTC Diproyeksikan Melaju ke US$32 Ribu-36 Ribu, Altcoin Ikut Terkerek — Blockchain Media Indonesia

Harga BTC diproyeksikan bisa mencapai US$32 ribu hingga US$36 Ribu, karena didorong sentimen positif dari Wall Street, utamanya dari BlackRock dan pembelian BTC dalam jumlah besar oleh MicroStrategy.

Pasar crypto mengalami lonjakan fenomenal di paruh pertama tahun 2023, dengan Bitcoin (BTC) di garis depan. Harga BTC pun diproyeksikan bisa mencapai US$32,000.

Menurut ahli keuangan Panji Yudha dari Ajaib Kripto, harga BTC telah melonjak lebih dari 80 persen, naik dari US$16 ribu menjadi US$$31 ribu antara 1 Januari hingga 30 Juni 2023. Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar total pasar crypto pun melonjak lebih dari 50 persen, dari US$760 miliar menjadi US$$1,178 triliun.

Kenaikan Harga BTC dan Dampak Altcoin

Seiring harga BTC bertahan di posisi kuat di atas US$30 ribu, altcoin juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Terutama, Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC) telah naik sebesar 29,55 persen dan 21,16 persen masing-masing dalam minggu terakhir. Selain itu, beberapa token Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) seperti Compound (COMP) dan Maker (MKR)  masing-masing melonjak sebesar 64,24 persen dan 39,24 persen.

Faktor Pendorong

Lonjakan dramatis dalam harga BTC pada akhir Juni diatribusikan pada sentimen positif dari beberapa manajer aset berskala besar dari Wall Street seperti BlackRock, Fidelity, dan WisdomTree. Raksasa keuangan ini telah mengajukan permohonan lisensi untuk menawarkan produk investasi Spot Bitcoin ETF.

“Ini memiliki dampak positif, mendorong reli Bitcoin lebih dari 20 persen sepanjang Juni 2023,” jelas Panji Yudha dalam keterangan yang diterima pada Selasa (4/7/2023).

Data historis dari Coinglass menunjukkan bahwa sejak 2013, harga Bitcoin telah meningkat rata-rata sekitar 9,18 persen pada Juli 2023.

“Ini menandakan peluang bagi Bitcoin untuk terus menguat pada Juli 2023 berdasarkan data ini,” kata Panji Yudha.

Perkembangan Pasar Lainnya

MicroStrategy, pemegang utama Bitcoin, mengumumkan pembelian terbaru mereka sebanyak 12.333 BTC dengan harga rata-rata US$28,136 per BTC pada pekan lalu. Perusahaan ini kini memiliki total 152.333 BTC.

“Pembelian terbaru ini memperkuat posisi MicroStrategy sebagai perusahaan dengan kepemilikan BTC terbesar, melampaui Tesla dan Marathon Digital. Akumulasi MicroStrategy diharapkan memberikan dorongan bullish pada Juli,” tegas Panji.

Inggris Raya juga melakukan langkah maju dalam sektor kriptokurensi. Badan regulasi telah secara resmi mengesahkan Financial Services and Markets Bill 2023. Undang-undang baru ini diharapkan akan membuka jalan bagi pengembangan regulasi keuangan independen di Inggris pasca-Brexit.

Ini Respons Bos Binance Terkait Pembelian Bitcoin Setara Rp5,2 Triliun oleh MicroStrategy

Berpotensi ke US$36 Ribu

Sementara itu menurut Katie Stockton, pendiri dan mitra pengelola Fairlead Strategies, Bitcoin berpotensi naik hingga US$36.000 dari sekitar US$30.674. Stockton membuat prediksi berani ini selama wawancara di acara Squawk Box CNBC beberapa waktu lalu, kendati meskipun kenaikan Bitcoin selama tujuh hari hanya sebesar 0,7 persen.

Dia mengaitkan kenaikan potensial ini dengan terobosan dasar terbaru pada Bitcoin, yang terjadi sebelum terobosan serupa di pasar ekuitas.

Selain itu, Stockton menunjukkan penurunan indeks volatilitas sebagai indikator tren naik baik pada Bitcoin maupun pasar ekuitas.

Meskipun menghadapi tantangan sepanjang tahun, Bitcoin telah menunjukkan ketahanan dengan kembali ke level dukungan US$$25.000 dan kemudian menunjukkan tanda-tanda tren bullish.

Stockton percaya bahwa tren ini dapat secara signifikan meningkatkan kapitalisasi pasar Bitcoin, yang saat ini berada di sekitar US$$595 miliar, dengan kenaikan harga yang diproyeksikan.

Dalam wawancara tersebut, Stockton juga membahas kinerja pasar ekuitas, dengan menekankan korelasi antara Bitcoin dan pasar saham. Terobosan pada pertengahan Mei di S&P 500 dan momentum serupa yang terlihat di NASDAQ mencerminkan tren yang terlihat pada Bitcoin, menyoroti hubungan saling terkait antara pasar keuangan.

Investor Terus Waspada

Investor disarankan untuk berhati-hati karena harga BTC saat ini diperdagangkan dekat level tertinggi dalam setahun terakhir.

Panji menyarankan agar investor menggunakan “uang dingin” dan menyelaraskan manajemen risiko dengan target investasi yang telah ditentukan. Menggunakan fitur seperti take profit dan stop loss dapat mengamankan keuntungan dan meminimalkan kerugian potensial.

Analisis Teknikal Saat Ini

Per Selasa, 4 Juli 2023, pukul 08:00 AM WIB, BTC diperdagangkan sekitar US$31.129. BTC berusaha untuk keluar dari area resistensi saat ini dan menuju ke US$32,000 jika dapat mempertahankan dukungan di atas uS$30,800 dalam jangka pendek. Namun, jika turun di bawah level ini, BTC berpotensi mundur ke area support di US$29,500.

Hari-hari mendatang akan menjadi penting, karena investor harus memantau terus langkah SEC terkait ETF Bitcoin dan berbagai peristiwa ekonomi, termasuk Risalah FOMC The Fed dan data pasar tenaga kerja, yang mungkin mempengaruhi harga BTC. [ps]

Mengenal Proyek Crypto SmartRoboCoin (SRBC), Usung Konsep Kecerdasan Buatan (AI) — Blockchain Media Indonesia

Dunia cryptocurrency terus berkembang dengan pesat, dengan beragam proyek crypto inovatif. Salah satu proyek menarik yang baru-baru ini muncul adalah SmartRoboCoin (SRBC). Token unik ini menggabungkan konsep kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk. Tim anonim di balik proyek ini mengklaim SmartRoboCoin bertujuan untuk merevolusi industri crypto dengan konsep robot yang didorong oleh teknologi AI (robot AI).

Inti proyek crypto SmartRoboCoin terdapat robot AI yang didukung oleh teknologi AI. Mesin cerdas ini (berupa piranti lunak) dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memberikan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi para investor. Dengan menggabungkan teknologi AI, para pengembang proyek menciptakan lingkungan yang imersif dan dinamis yang membedakan SmartRoboCoin dari proyek crypto lain.

Untuk meningkatkan pengalaman investor, SmartRoboCoin juga memperkenalkan Non-Fungible Tokens (NFT) yang menampilkan gambar robot-robot AI.

NFT ini dapat dimiliki oleh para investor selama tahap presale, memungkinkan mereka menjadi bagian dari ekosistem SmartRoboCoin yang menarik.

Dengan aset digital unik ini, para investor tidak hanya dapat memperoleh keuntungan finansial potensial, tetapi juga berpartisipasi dalam pertumbuhan dan perkembangan proyek crypto ini.

Pengelola proyek crypto SmartRoboCoin ini menjanjikan, bahwa setelah proses presale usai, token SRBC akan diperdagangkan di crypto exchange ternama, seperti Binance, Kucoin, termasuk di bursa terdesentralisasi (DEX).

“Komitmen ini terhadap aksesibilitas dan likuiditas yang luas mencerminkan dedikasi proyek untuk membangun kehadiran yang kuat di pasar crypto,” sebut pengelola SmartRoboCoin di situs web resminya.

Selain menitikberatkan pada robot AI, SmartRoboCoin juga sedang mempersiapkan peluncuran blockchain mereka sendiri yang disebut Srb20. Blockchain ini dirancang khusus untuk memungkinkan transaksi yang lebih cepat dan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan blockchain lain.

Tautan penting SmartRoboCoin: Situs | Presale | Twitter | Telegram.

Dengan mengembangkan blockchain sendiri, SmartRoboCoin bertujuan untuk memberikan ekosistem yang baik dan efisien bagi pengguna untuk bertransaksi token SRBC.

Masa Depan Proyek Crypto Berkekuatan AI

Dirangkum dari sejumlah sumber, AI memiliki peran penting dalam memperkuat crypto, mulai dari pengoptimalan teknologi blockchain hingga desentralisasi sejumlah produk AI.

AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi blockchain, yang merupakan teknologi di balik crypto. Misalnya, AI dapat membantu dalam pengoptimalan algoritma konsensus, yang dapat mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kecepatan transaksi.

AI juga dapat memainkan peran penting dalam mendeteksi dan mencegah kegiatan mencurigakan atau serangan keamanan terhadap jaringan blockchain.

AI pun sudah digunakan dalam perdagangan algoritmik. Dengan pertumbuhan pasar dan proyek crypto, lebih banyak algoritma perdagangan AI mungkin dikembangkan khusus untuk pasar ini, membantu trader dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.

Skenario lainnya di masa depan, kita mungkin melihat tokenisasi dari model dan layanan AI. Ini berarti bahwa kepemilikan, penggunaan, dan pengembangan AI dapat diwakili oleh token crypto.

Hal lainnya, desentralisasi layanan AI menggunakan blockchain, layanan AI dapat didesentralisasi, sehingga memungkinkan siapa saja untuk berkontribusi pada pengembangan dan pelatihan model AI dan transaksinya menggunakan crypto. [ps]


Mimpi Pepe Coin Bisa Jadi US$1 — Blockchain Media Indonesia

Pepe Coin (PEPE) telah mengalami kenaikan signifikan, mengabaikan stabilitas secara umum dan membangkitkan mimpi untuk harganya melesat.

Lonjakan tersebut menambah tren naik yang baru-baru ini terjadi, dengan harga token mencapai US$0,00000175, yang menandakan kenaikan sebesar 10 persen dalam seminggu terakhir.

Mimpi Pepe Coin 

CryptoNews melaporkan bahwa, dalam dua minggu terakhir, PEPE telah menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, dengan peningkatan nilai sebesar 88 persen.

Selain itu, kenaikan sebesar 37 persen selama 30 hari terakhir membantu token ini pulih dari nilai tertingginya sejak awal Mei sebesar US$0,00000431, ketika minat investor terhadap memecoin mencapai puncaknya.

Dengan momentum yang kembali berada di pihaknya, PEPE berpotensi mengalami reli lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang, yang mungkin menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan.

Indikator menunjukkan adanya potensi reli PEPE untuk berlanjut dalam periode yang cukup lama. MA 30 hari (warna kuning) terus naik di atas MA 200 hari (warna biru), menunjukkan adanya momentum positif yang berkelanjutan.

Indikator RSI PEPE (warna ungu) tetap berada di atas 60 meskipun mengalami sedikit penurunan sebelumnya dari angka 70, yang juga mengindikasikan kekuatan yang berlanjut.

Selain itu, support level PEPE (warna hijau) menunjukkan kekuatan yang semakin meningkat, memungkinkan token meme ini untuk terus maju dari posisi yang semakin tinggi.

Berdasarkan indikator tersebut, dapat diperkirakan bahwa PEPE akan melanjutkan tren naiknya dalam beberapa hari mendatang, dengan target jangka pendek sebesar US$0,0000020.

Perlu dicatat, transaksi besar terbaru yang melibatkan PEPE menunjukkan bahwa para whale sedang mengandalkan potensi keuntungan lebih lanjut dari memecoin ini.

Meskipun telah terjadi pembelian besar-besaran PEPE lainnya, status PEPE sebagai token meme kemungkinan akan menyebabkan harga turun pada suatu saat, begitu para whale memutuskan untuk mengambil keuntungan mereka.

Namun, sulit untuk mengatakan kapan hal ini akan terjadi. Terlepas dari itu, PEPE berpotensi mencapai level baru, seperti US$0,00001 atau UA$0,0001, sebelum mengalami penurunan kembali.

Cryptonomist melaporkan, sejak 20 Juni, token ini telah mengalami peningkatan harga sebesar 80 persen, menunjukkan ketangguhan dan popularitasnya di pasar kripto.

Di sisi lain, analisis terhadap grafik Open Interest (OI) dari Coinglass mengungkapkan bahwa lonjakan harga PEPE disertai dengan peningkatan Open Interest secara bersamaan.

pepe coin

Berdasarkan laporan News BTC, hal itu mengindikasikan bahwa para spekulator di pasar Futures tidak hanya yakin dengan kenaikan harga, tetapi juga bersedia memasang tawaran pada aset ini, menunjukkan keyakinan mereka terhadap potensinya.

Selain itu, laporan harga PEPE mengungkapkan bahwa indikator RSI menunjukkan momentum bullish. Sebelum reli ini, token ini hampir menguji level Fibo Retracement 50 persen di US$0,00000135.

Observasi tersebut menunjukkan bahwa aset ini kemungkinan akan mendekati dan mungkin melampaui level ekstensi 23,6 persen dan 61,8 persen di US$0,000002 dan US$0,00000233 secara berturut-turut.

Indikasi seperti itu semakin meningkatkan optimisme terhadap lonjakan terkini PEPE dan menimbulkan pertanyaan tentang potensi pertumbuhan aset ini di masa depan.

Meski mimpi Pepe Coin menjadi US$1 masih jauh, setidaknya masih ada peluang untuk mencetak ketinggian baru dari posisinya saat ini. Mari kita saksikan. [st]

 

Proudly powered by WordPress | Theme: Looks Blog by Crimson Themes.